Monday, March 30, 2009

***7:90***

90. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".

---suplemen---
Kebisaaan Nabi ke 142: Tidak Pernah Menolak Hadiah

Hadiah adalah sesuatu pemberian yang diberikan seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan selain karena sayang dan perhatian dari orang yang memberikan hadiah pada orang yag diberi hadiah. Dan Allah Swt mensyariatkan hadiah seperti ini untuk menyatukan hati sesama keluarga seiman seagama dan untuk menguatkan rasa kasih sayang di antara mereka.

Rasulullah Saw. bersabda, "Saling memberi hadiahlah kalian, karena hadiah dapat menghilangkan rasa permusuhan dalam dada." (HR. Ahmad dan At-Tirmindzi)

"Barangsiapa yang diberi sesuatu tanpa diminta, hendaklah ai menerimanya. Karena itu adalah rezeki yang diberikan Allah kepadanya." (HR. Ahmad)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:427-428)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 24, 2009

***7:89***

89. Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

---suplemen---
Kebisaaan Nabi ke 141: Tidak Menolak Jika Diberi Minyak Wangi

Wewangian adalah makanan bagi ruh. Wewangian dapat membuat ruh menjadi lebih kuat, laksana makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh tubuh. Wewangian juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, mencegah terserang penyakit, dan dapat menyebabkan kekuatan alami dikarenakan minyaknya dan bau wanginya.

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, 'Bahwasanya Nabi Saw tidak pernah menolak minyak wangi'." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:425-426)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 23, 2009

***7:88***

88. Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 140: Menutup Mulut Dan Merendahkan Suara Apabila Bersin

"Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah Saw apabila bersin, beliau meletakan tangannya atau pakaiannya di mulutnya, dan beliau merendahkan suaranya'." (HR. Abu Dawud)

Islam mengatur masalah yang tampaknya sepele ini, meskipun sebenarnya cukup penting. Karena jika yang bersin mengidap penyakit parah yang berbahaya, yang penyakitnya bisa menular melalui air ludah, maka tentu soal sepele ini menjadi besar.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:422-421)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 19, 2009

***7:87***

87. Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 139: Selalu Mendahulukan Yang Kanan

Disukai mendahulukan sebelah kanan pada setiap perbuatan yang baik. Seperti misalnya wudhu, mandi janabah, tayammum, mengenakan pakaian, memakai sandal/sepatu, masuk masjid, bersiwak, memakai celak, memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, memotong rambut kepala, mengucap salam diakhir shalat, makan, minum, bersalaman, mengusap hajar aswad, keluar dari kamar mandi, mengambil sesuatu, memberi dsb.

Disukai mendahulukan sebelah kiri untuk hal-hal yang sebaliknya. Misalnya: membuang ingus/ludah ke sebelah kiri, masuk kamar mandi, keluar dari masjid, keluar dari rumah, melepaskan sandal/sepatu, serta pakaian/celana, istinja, membersihkan hadats, dsb.

Aisyah ra. berkata, "Adalah Nabi Saw, beliau senang mendahulukan sebelah kanan dalam semua urusannya. Dalam bersucinya, bersisirnya dan memakai sandalnya." (HR. Sahih Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:419-420)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, March 18, 2009

***7:86***

86. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 138: Mengulangi Perkataan Hingga Tiga Kali dan Berbicara Dengan Suara Yang Jelas

"Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, 'Bahwasanya Nabi SAW apabila berbicara suatu kalimat, beliau mengulangi hingga tiga kali sampai dipahami perkataannya'." (HR. Al-Bukhari)

Islam yang disampaikan Nabi merupakan hal yang baru sejak melewati masa jahiliah. Sehingga untuk hal-hal yang baru seperti ini, Nabi mengulanginya hingga tiga kali agar para sahabat dapat memahami apa yang beliau inginkan.

Dikarenakan ingin agar apa yang disampaikan mudah ditangkap, Nabi berbicara dengan suara yang jalas dan tegas, sehingga mudah didengar serta dipahami.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:417-418)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 12, 2009

***7:85***

85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 137: Selalu Mengingat Allah Di Setiap Waktu

"Dari Aisyah rha, ia berkata, 'Adalah Rasulullah Saw senantiasa mengingat Allah Azza wa Jalla di setiap waktunya.'" (HR. Muslim)

Dalam sebuat hadits qudsi disebutkan firman Allah, "Aku bersama sangkaan hamba-ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Maka apabila dia menyebut-Ku dalam hatinya, Aku pun akan menyebutnya dalam hati-Ku, Dan jika dia menyebut-Ku di tengah orang banyak, maka Aku akan menyebutnya di tengah orang banyak yang lebih baik dari mereka."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:415-416)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 10, 2009

***7:83-84***

83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 135: Berdoa Jika Bertiaup Angin Kencang.

Aisyah ra. berkata, "Apabila bertiup angin kencang, Nabi Saw membaca 'Allaahumma innii as'aluka khairaha wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa ursilat bih. Wa a'uudzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa ursilat bih'." (HR. Muslim)

Abu Hurairah ra. menuturkan, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Angin termasuk bagian rahmat Allah yang datang membawa kebaikan dan terkadang membawa bencana. Maka apabila kalian melihatnya, jangan mencelanya. Tapi mintalah kebaikan kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari dampaknya yang buruk." (HR. Abu. Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:411-412)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 9, 2009

***7:82***

82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 135: Berdoa Jika Takut Pada Suatu Kaum Dan Saat Bertemu Musuh

Pada hakekatnya, Rasulullah Saw. tidak pernah takut kepada siapa pun selain kepada Allah semata. Akan tetapi, beliau adalah seorang utusan Allah yang mengemban amanat risalah, beliau ingin agar risalah mulia tersebut dapat disampaikan kepada seluruh penghuni bumi. Sekalipun dalam menyempaikan risalah, banyak sekali tantangan yang beliau hadapi. Diantaranya adalah menghadapi musuh di medan perang. Dalam kondisi demikian, terkadang beliau takut sekiranya musuh mengalahkan kaum muslimin, kemudian tidak ada lagi orang Islam yang menyebarkan risalah Allah.

Abu Musa ra. berkata, "Bahwasanya Nabi Saw., apabila takut pada suatu kaum, beliau membaca 'Allaahumma innaa naj'aluka fii nuhuurihim, wa na'uudzu bika min syuruurihim'." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:409-410)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 5, 2009

***7:81***

81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 134: Memanjatkan Doa Di Saat Sulit

Ibnu Abbas ra. berkata, "Adalah Nabi Saw., pada saat sulit beliau membaca 'Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wal ardhi wa rabbul 'arsyil 'azhiim'." (HR Ibnu Majah & Ahmad)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:407-408)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, March 4, 2009

***7:80***

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu [551], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

[551] Perbuatan faahisyah di sini ialah: homosexuil sebagaimana diterangkan dalam ayat 81 berikut.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 133: Berdoa Jika Melihat Bulan

"Bahwasanya Nabi Saw., apabila melihat bulan, beliau membaca 'Allaahumma ahlilhu 'alainaa bil yummi wal iimaani was salaamati wal islaam, rabbii wa rabbukallaah, hilaalu rusydin wa khair'." (HR. At-Tirmidzi)

Doa lain yang juga dibaca Nabi, yang artinya.

"Allah mahabesar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, kesalamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhai Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR. Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Ath-Thabarani)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:405-406)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 3, 2009

***7:78-79***

78. Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

79. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 132: Berdoa Jika Merasa Sakit

Aisyah rha. menuturkan hal ini, "Apabila Nabi Saw. mengeluh sakit, beliau membaca al-mu'awwidzat untuk dirinya dan meniupnya. Dan manakala sekit beliau bertambah parah. aku membacakannya untuk beliau lalu aku usap dengan tangannya, mengharapkan barakahnya." (HR. Malik, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Al-mu'awwidzat adalah tiga surat terakhir Al-Qur'an, yaitu surat Al-Iklas, Al-Falaq dan An-Nas.

Masih dari Aisyah juga, ia berkata, "Adalah Rasulullah Saw. apabila ada seorang anggota keluarga yang sakit, beliau meniupkan al mu'awwidzat kepadanya." (HR. Muslim)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:403-404)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 2, 2009

***7:77***

77. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 131: Berdoa Jika Memakai Pakaian Baru

Abu Sa'id Al-Khudri ra berkata, "Adalah Rasulullah Swt., apabila memakai pakaian baru, beliau membaca 'Alloahumma lakal hamdu anta kasawtaniih, as 'aluka wa khaira maa shuni'alah. Wa a'uudzu bika min syarrihii wa syarri maa shuni'alah'." (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Pakaian baru disini, tidak hanya terbatas pada baju atau celana saja. Tetapi ia juga mencakup segala pakaian yang biasa dikenakan manusia di badannya. Misalnya: sarung, sorban, jaket, kerudung, mukena dsb.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:401-402)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com