Tuesday, April 14, 2009

***7:99***

99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Senang Menyimpan Harta Dan Selalu Memberi Jika Ada Yang Meminta

Abu Sa'id Al-Khudri ra, menceritakan, bahwa ada sejumlah orang dari kaum Anshar yang datang meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW, dan beliau memberi apa yang mereka minta. Kemudian ada lagi diantara mereka yang datang kepada beliau, dan beliau pun juga memberinya. Demikian, sehingga habislah apa yang beliau miliki. Lalu beliau bersabda,

"Apa yang aku miliki dari kebaikan, maka aku tidak akan menyimpannya dari kalian." (Mutafaq Alaih)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:441)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 13, 2009

***7:97-98***

97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Suka Berbincang-bincang Setelah Isya'

Abu Barzah Al-Aslami ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW suka mengakhirkan Isya', tidak menyukai tidur sebelumnya, dan berbincang-bincang setelahnya." (HR. Al-Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:440)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, April 7, 2009

***7:96***

96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 146: Tidak Datang Ke Rumah Pada Waktu Malam Melaikan Pada Pagi Dan Sore Hari

Dari Anas bin Malik ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW tidak mendatangi keluarganya pada malam hari. Dan beliau mendatangi mereka pada pagi dan sore." (HR. Sahih Bukhari & Muslim)

Yang dimaksud "Keluarga" dalam hadits di atas adalah istri-istri beliau. Namum, meskipun yang disebutkan hanya keluarga, bukan berarti hal ini tidak berlaku bagi orang lain. Bahkan, jika terhadap keluarga saja beliau tidak mau mengganggu mereka dengan mengetuk pintu pada malam hari, tentu terhadap orang lain pun beliau lebih tidak mau lagi. Karena bagaimanapun juga, bertamu pada malam hari akan mengganggu ketenangan meraka atau menyita waktu istirahatnya. Dan, akhlak seperti ini teramat jauh bagi seorang Nabi yang mulia.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:438-439)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 6, 2009

***7:95***

95. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 145: Bersujud Tilawah Jika Membaca Ayat Sajdah

Ibnu Umar ra meriwayatkan, "Ketika Rasulullah SAW membacakan Al-Qur'an kepada kami dan melalui surat sajdah, maka beliau langsung takbir lalu bersujud. Dan kamipun ikut bersujud bersama beliau". (HR. Abu Daud)

Demikian, Rasulullah SAW biasa melakukan sujud tilawah apabila membaca ayat sajdah. Dan, karena yang mencontohkan para sahabat dengan bersujud bersama beliau, maka bagi yang mendengar ayat sajdah, disunnahkan untuk bersujud tatkala mendengar ayat sajdah dibaca.

Tentang keutamaannya, Abu Hurairah ra meriwayatkan "Apabila anak adam membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, setan akan menyingkir dan berkata, 'Celaka aku, anak Adam disuruh sujud dan ia mau bersujud, maka ia mendapat surga. Sedangkan aku siduruh bersujud tapi aku menolak, maka aku pun mendapat neraka'." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:435-436)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, April 5, 2009

***7:94***

94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Kabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan khabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, April 2, 2009

***7:93***

93. Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"

---suplemen---

Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Khabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:91***

91. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,

92. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi.

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 143: Selalu Memilih Yang Lebih Mudah

"Dan dari Aisyah r.a, ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW disuruh memilih dua perkara, niscaya beliau memilih yang lebih mudah diantara keduanya, selama itu tidak dosa. Adapun jika ada dosa, maka beliau adalah orang yang palng jauh dari dari dosa'." (HR. Sahih Bukhari)

Ini adalah manhaj beliau dalam dakwah dan pengajarannya, beliau tidak ingin mempersulit umatnya. Beliau ingin umatnya mudah dan ringan dalam menjalankan syariat agamanya, beliau ingin membuat mereka bergembira dan tidak ingin membuat mereka lari ketakutan dari ajaran Islam.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:429-430)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com