Wednesday, February 25, 2009

***7:75***

75. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 129: Membaca Doa Saat Keluar Rumah

Ummu Salamah ra. berkata, "Bahwasanya Nabi SAW apabila keluar dari rumahnya. beliau membaca, 'bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, allaahumma innii a'uudzu bika min an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya'." (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW menyerahkan segala urusannya kepada Allah setelah didahului ikhtiar:
1. Jangan sampai tersesat atau disesatkan dari hidayah
2. Tergelincir atau digelincirkan dari berbuat dosa
3. Menzhalimi atau dizhalimi
4. Bodoh atau dibodohi

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:395-396)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 18, 2009

***7:74***

74. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempatbagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 128: Membaca Doa Di Akhir Majlis

Manakala Nabi SAW telah selesai menyampaikan apa yang ingin beliau sampaikan dan hendak berdiri meninggalkan majlis, beliau biasa membaca doa penutup majlis. Sebagaimana yang diriwayatkan Abu Barzah ra.,

"Adalah Rasulullah SAW pada masa akhir hidupnya, apabila hendak berdiri dari majlis, beliau membaca, 'Subhaanakal-laahumma wa bihamdik, asyhadu alla ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik'." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:392-393)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, February 17, 2009

***7:73***

73. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."

---suplemen---
Abu Hurairah ra. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila datang waktu pagi beliau membaca, 'Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuut wa ilaikal mashiir.' Dan apabila masuk waktu sore beliau membaca, ' Allaahumma bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuut wa ilaikan nusyuur'. " (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kedua doa yang terdapat dalam hadits ini, adalah doa yang biasa dibaca Rasulullah SAW setiap hari dan sore. Atau lebih tepatnya setelah menunaikan sholat subuh dan ashar. Meskipun bisa juga dibaca kapan saja selama masih dalam waktu pagi dan sore, tidak mesti setelah shalat.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:388-390)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, February 16, 2009

***7:72***

72. Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.


---suplemen---
Fatimah binti Qais ra. berkata, "Apabila Rasulullah SAW masuk masjid, beliau membaca salawat dan salam atas dirinya, lalu membaca, 'Robbighfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik'. Dan apabila keluar dari masjid beliau membaca salawat dan salam atas dirinya, lalu membaca, 'Robbighfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba fadhlik'."

Dalam hal ini, kita bisa meniru doa yang biasa dibaca beliau, dimana doa tersebut mengandung bacaan salawat dan salam atas Rasulullah SAW. Namun bisa juga kita membaca doa lain yang juga biasa beliau baca manakala masuk dan keluar masjid.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:385-386)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, February 15, 2009

Tur Dakwah Keliling Dunia 40 Hari

By Republika Newsroom
Kamis, 12 Februari 2009 pukul 13:26:00

CHILLA: Setiap tahun, muslim berkumpul di Dhaka sebelum bersiap melakukan misi dakwah keliling dunia 40 hari

DHAKA — Seperti halnya tiap tahun, kali ini Mohmmed Fauzia pun tengah mempersiapkan diri untuk ''chila", atau perjalanan dakwah spiritual yang akan membawanya berkeliling dunia untuk mempromosikan Islam.

"Saya selalu melakukan yang terbaik untuk bergabung dalam chilla dan menyampaikan Islam di penjuru dunia," ujar teknisi asli Malaysia itu,

Mohammed, 44 tahun telah berpartisipasi dalam perjalanan chilla--kata yang diadopsi dari bahasa Persia, 'chihli' yang berarti empat puluh--selama 15 tahun.

"Saya telah berpergian ke bermacam negara seperti Australi, Thailand, Pakistan, dan India," tuturnya. Ia sendiri berada di ratusan ribu Muslim yang datang di Bishwa Ijtima, Pertemuan Muslim Dunia yang diselenggarakan bukan lalu di Dhaka--acara yang diorganisasi oleh Tablig-e-Jamaat, grup Islam non politik di Bangladesh.

Pertemuan tiga hari, yang membawa sekitar 10 ribu muslim dari 108 negara itu, ditambah ratusan ribu Muslim di Bangladesh, memfokuskan diri pada cara menyebarkan pesan-pesan Islam ke penjuru dunia.

Setelah pertemuan, ratusan ribu muslim tersebut berkumpul di Masjid Kakrail Tablig-e-Jamaat di Dhaka untuk menyatakan keinginan bergabung dengan misi chilla.

Lalu mengapa chilla? Rupanya itu berkaitan dengan misi penyebaran agama. Partisipan yang menyatakan diri bergabung biasanya terbagi dalam grup-grup berisi masing-masing 10 - 20 orang pendakwah, dan mereka akan melakukan perjalanan berkeliling dunia menyebarkan pesan Islam tepat selama 40 hari.

Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berdakwah," ujar Erfan Ibrahim menyatakan keyakinanannya. Ia adalah guru dari Afrika Selatan yang juga ikut dalam kerumunan pertemuan di luar masjid Kakrail untuk bergabung di misi dakwah.

Didirikan pada 1920 oleh ulama India, Tablig-e-Jamaat, telah menjadi organisasi Islam non-politik Internasional yang mempromosikan perkembangan spritual Islam.

"Kami telah melakukan pekerjaaan dakwah dengan Tablig-e-Jamaat ini untuk membawa pesan kedamaian ke dunia," ujar seorang pengusaha Pakistan yang juga bergabung memimpin dakwah di negaranya. "Kami sangat gembira bergabung di dalamnya,"

Tak dipungkiri, para peserta yang telah menyatakan kesanggupannya melakukan chilla memberi dampak positif baik bagi orang lain maupun diri mereka sendiri. "Tujuan utama kami terlibat kegiatan ini adalah juga untuk membersihkan diri sendiri," ujar Abdul Jamal, asal Malaysia yang juga ikut beragabung dalam misi tersebut.

Sementara bagi yang lain, perjalanan dakwah ini membantu mempromosikan pesan Islam. "Kami harus menyebarkan Islam ke dunia" ujar Abdul. Ia menambahkan yang membuatnya semakin bersemangat, sejak pertama kali bergabung dalam misi dakwah ia telah melihat betapa banyak orang di dunia mengaku menemukan kedamaian dalam Islam

Abdur Rahman, dari Russia pun meyakini jika misi dakwah adalah hal esensi yang perlu dilakukan di saat Muslim diletakkan di bawah mikroskop, ditelisik sedemikian rupa dan keyakinan mereka dilabeli stereotip negatif.

Ia sendiri menyatakan di negaranya, upaya tersebut membawa pengaruh positif berkepanjangan, kini setiap tahun, lebih dari 200 orang memeluk agama Islam di Moskow.

"Orang-orang Rusia terbiasa berpikir jika Islam adalan agama terkait erat teroris dan Muslim adalah pembunuh. Namun mereka kini memahami jika Islam adalah agama pemimpin dan Muslim adalah orang-orang cinta damai./iol/it

***7:71***

71. Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 125: Membaca Istigfar Tujuh Puluh Kali Hingga Seratus Kali Setiap Hari

Abu Hurairah ra. meriwayatkan, bahsananya dia mendengar Nabi SAW bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dari tujuh puluh kali dalam sehari" (HR. Al-Bukhari)

Tidak hanya tujuh puluh kali, bahkan beliau membaca istigfar hingga seratus kali dalam sehari. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang juga dirawatkan oleh Abu Hurairah, "Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali." (HR. Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:382-384)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, February 12, 2009

***7:70***

70. Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 124: Membaca Istigfar Tiga Kali Dan Berzikir Selepas Shalat

"Dari Tsauban bin Bajdad ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah SAW apabila telah selesai dari shalatnya, beliau beristigfar tiga kali. Lalu beliau membaca, 'Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam'.'" (HR. Muslim)

Kebiasaan yang dilakukan Nabi selepas shalat, beliau membaca istigfar sebanyak tiga kali, membaca doa diatas dan berzikir.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:379-380)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 11, 2009

***7:69***

69. Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 123: Senang Berdoa Dengan Doa Yang Ringkas

Sayyidah Aisyah r.ha berkata, Adalah Rasulullah SAW, beliau menyukai doa yang ringkas. Dan beliau meninggalkan yang selain itu." (HR. Abu Daud)

Doa yang ringkas yaitu rangkaian doa yang terdiri dari kalimat dan kata-kata yang sedikit, tetapi mengandung banyak makna menyeluruh.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., "Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW, yaitu 'Allahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaabannaar'." (HR. Sahih Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:375-376)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, February 9, 2009

***7:68***

68. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu".

---suplemen---
Ibnu Umar ra berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW biasa memberikan bergian tersendiri kepada orang yang beliau utus dalam suatu misi, selain bagian umum para tentara." (Muttafaq Alaih)

Memberikan bagian tersendiri atau bonus khusus adalah orang yang memerintahkan, bukan orang yang diperintahkan, atau pihak lain yang menyerahkan harta tersebut. Dan bagian itupun terserah kebijakan pemimpin, berapa jumlahnya. Kecuali jika sudah ada perjanjian sebelumnya.

Artinya orang yang bertugas tidak boleh menerima bagian khusus dari orang lain, terlebih lagi dari pihak yang seharusnya meyerahkan atau membayar. Karena yang seperti itu namanya suap! Dan Nabi melarang keras praktik kolusi semacam ini.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:369-371)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:67***

67. Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

---suplemen- --
Kebiasaan Nabi ke 121: Mendoakan Orang Yang Akan Berpergian

Ibnu Umar berkata, "Mendekatlah kepadaku, akan aku doakan engkau, sebagaimana Rasulullah SAW mendoakan kami jika kami akan pergi. Lalu Ibnu Umar berkata, 'Aku titipkan agamamu, amanatmu, dan penutup amal-amalmu kepada Allah'." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadits lainnya

Nabi pernah datang kepada sahabat yang hendak berpergiaan dan memegang tangannya seraya berkata,

"Dalam lindungan Allah dan naungan-Nya. Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:365-368)
Arsip://pengajianka ntor.blogspot. com

Thursday, February 5, 2009

***7:66***

66. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 120: Mendoakan Orang Yang Ditinggal Pergi

Abu Hurairah meriwayatkan, "Barangsiapa yang ingin pergi, dia mendoakan orang yang dia tinggalkan, 'Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah hilang titipan-Nya'." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits lainnya

"Apabila salah seorang kalian akan pergi, maka hendaknya dia mendoakan saudara-saudaranya yang akan ditinggalkan. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala menjadikan kebaikan dalam doa mereka." (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:362-364)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 4, 2009

***7:65***

65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 119: Menhadap Ke Arah Kiblat Terlebih Dahulu Jika Shalat Di Atas Kendaraan

Anas bin Malik ra berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak shalat tathawwu' di atas kendaraannya, beliau menghadap kiblat lalu bertakbir untuk shalat, kemudian beliau tetap berada di atas kendaraannya dan shalat menghadap kemana pun kendaraannya berjalan." (HR. Ahmad & Abu Dawud)

Shalat tathawwu' maksudnya adalah shalat sunnah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:358-359)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com