Wednesday, April 22, 2009

***7:103***

103. Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun [553] dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

[553] Fir'aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala. Menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa a.s. ialah Menephthah (1232-1224 S.M.) anak dari Ramses.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 152: Sangat Marah Jika Hukum Allah Dilanggar Namum Tidak Marak Jika Dirinya Disakiti

Aisyah rha. berkata, "Rasulullah SAW tidak pernah marah jika disakiti. Tetapi jika hukum Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah Ta'ala." (HR. Muslim)

Beliau pernah dilempar batu hingga berdarah, pernah diludahi, pernah dilempar kotoran, dikatakan gila, pendusta, tukang sihir, dan sebagainya. Bahkan beliau juga pernah hampir dibunuh. Namum semua itu beliau hadapi dengan sabar dan ikhlas.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:449-450)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 20, 2009

***7:102***



102. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka
memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka
orang-orang yang fasik.



---suplemen---

Kebiasaan Nabi ke 151: Pergi Ke Masjid Quba Setiap Sabtu



Ibnu
Umar ra. berkata, "Nabi SAW biasa pergi ke masjid Quba setiap sabtu,
dengan jalan kaki dan berkendaraan." (Al-Lu'lu' wa Al-Marjan 2/88,
hadits no 883)



Demikian hal ini termasuk kebiasaan beliau yang
sulit diikuti sebagian umatnya yang tinggal jauh dari Quba. Dan setiap
Sabtu, Ibnu Umar selalu pergi ke sana, meniru apa yang biasa dilakukan
Nabi.



(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:447)

Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, April 19, 2009

***7:101***

101. Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 150: Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Al Aswad bin Yazid pernah bertanya kepada Aisyah rha. tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Aisyah menjawab, "Beliau turut membantu pekerjaan keluarganya. Dan apabila datang waktu shalat, beliau segera pergi shalat." (HR.Al-Bukhari)

Membantu pekerjaan istri di rumah bukan suatu aib bagi laki-laki. Bahkan ini merupakan sebuah kesempurnaan seorang suami yang ringan tangan bersedia membantu istri. Bagaimana seorang muslim akan mengatakan aib, sementara Rasulullah SAW melakukannya?

Namum demikian, perlu dicatat, bahwa bukan berarti seorang suami harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Melainkan sesuai kebutuhan dan yang bisa dia lakukan. Karena, selain kemampuan dan waktu suami yang terbatas untuk melakukan semua itu, sejatinya yang bertanggung jawab masalah 'kerumahan' adalah seorang istri.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:445-446)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, April 15, 2009

***7:100***

100. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 149: Mengulang Salam Hingga Tiga Kali

Anas bin Malik ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW apabila memberi salam, beliau mengucapkannya tiga kali." (HR. Al-Bukhari & At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:443)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, April 14, 2009

***7:99***

99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Senang Menyimpan Harta Dan Selalu Memberi Jika Ada Yang Meminta

Abu Sa'id Al-Khudri ra, menceritakan, bahwa ada sejumlah orang dari kaum Anshar yang datang meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW, dan beliau memberi apa yang mereka minta. Kemudian ada lagi diantara mereka yang datang kepada beliau, dan beliau pun juga memberinya. Demikian, sehingga habislah apa yang beliau miliki. Lalu beliau bersabda,

"Apa yang aku miliki dari kebaikan, maka aku tidak akan menyimpannya dari kalian." (Mutafaq Alaih)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:441)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 13, 2009

***7:97-98***

97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Suka Berbincang-bincang Setelah Isya'

Abu Barzah Al-Aslami ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW suka mengakhirkan Isya', tidak menyukai tidur sebelumnya, dan berbincang-bincang setelahnya." (HR. Al-Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:440)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, April 7, 2009

***7:96***

96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 146: Tidak Datang Ke Rumah Pada Waktu Malam Melaikan Pada Pagi Dan Sore Hari

Dari Anas bin Malik ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW tidak mendatangi keluarganya pada malam hari. Dan beliau mendatangi mereka pada pagi dan sore." (HR. Sahih Bukhari & Muslim)

Yang dimaksud "Keluarga" dalam hadits di atas adalah istri-istri beliau. Namum, meskipun yang disebutkan hanya keluarga, bukan berarti hal ini tidak berlaku bagi orang lain. Bahkan, jika terhadap keluarga saja beliau tidak mau mengganggu mereka dengan mengetuk pintu pada malam hari, tentu terhadap orang lain pun beliau lebih tidak mau lagi. Karena bagaimanapun juga, bertamu pada malam hari akan mengganggu ketenangan meraka atau menyita waktu istirahatnya. Dan, akhlak seperti ini teramat jauh bagi seorang Nabi yang mulia.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:438-439)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 6, 2009

***7:95***

95. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 145: Bersujud Tilawah Jika Membaca Ayat Sajdah

Ibnu Umar ra meriwayatkan, "Ketika Rasulullah SAW membacakan Al-Qur'an kepada kami dan melalui surat sajdah, maka beliau langsung takbir lalu bersujud. Dan kamipun ikut bersujud bersama beliau". (HR. Abu Daud)

Demikian, Rasulullah SAW biasa melakukan sujud tilawah apabila membaca ayat sajdah. Dan, karena yang mencontohkan para sahabat dengan bersujud bersama beliau, maka bagi yang mendengar ayat sajdah, disunnahkan untuk bersujud tatkala mendengar ayat sajdah dibaca.

Tentang keutamaannya, Abu Hurairah ra meriwayatkan "Apabila anak adam membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, setan akan menyingkir dan berkata, 'Celaka aku, anak Adam disuruh sujud dan ia mau bersujud, maka ia mendapat surga. Sedangkan aku siduruh bersujud tapi aku menolak, maka aku pun mendapat neraka'." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:435-436)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, April 5, 2009

***7:94***

94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Kabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan khabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, April 2, 2009

***7:93***

93. Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"

---suplemen---

Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Khabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:91***

91. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,

92. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi.

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 143: Selalu Memilih Yang Lebih Mudah

"Dan dari Aisyah r.a, ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW disuruh memilih dua perkara, niscaya beliau memilih yang lebih mudah diantara keduanya, selama itu tidak dosa. Adapun jika ada dosa, maka beliau adalah orang yang palng jauh dari dari dosa'." (HR. Sahih Bukhari)

Ini adalah manhaj beliau dalam dakwah dan pengajarannya, beliau tidak ingin mempersulit umatnya. Beliau ingin umatnya mudah dan ringan dalam menjalankan syariat agamanya, beliau ingin membuat mereka bergembira dan tidak ingin membuat mereka lari ketakutan dari ajaran Islam.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:429-430)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com