101. Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 150: Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah
Al Aswad bin Yazid pernah bertanya kepada Aisyah rha. tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Aisyah menjawab, "Beliau turut membantu pekerjaan keluarganya. Dan apabila datang waktu shalat, beliau segera pergi shalat." (HR.Al-Bukhari)
Membantu pekerjaan istri di rumah bukan suatu aib bagi laki-laki. Bahkan ini merupakan sebuah kesempurnaan seorang suami yang ringan tangan bersedia membantu istri. Bagaimana seorang muslim akan mengatakan aib, sementara Rasulullah SAW melakukannya?
Namum demikian, perlu dicatat, bahwa bukan berarti seorang suami harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Melainkan sesuai kebutuhan dan yang bisa dia lakukan. Karena, selain kemampuan dan waktu suami yang terbatas untuk melakukan semua itu, sejatinya yang bertanggung jawab masalah 'kerumahan' adalah seorang istri.
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:445-446)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 150: Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah
Al Aswad bin Yazid pernah bertanya kepada Aisyah rha. tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Aisyah menjawab, "Beliau turut membantu pekerjaan keluarganya. Dan apabila datang waktu shalat, beliau segera pergi shalat." (HR.Al-Bukhari)
Membantu pekerjaan istri di rumah bukan suatu aib bagi laki-laki. Bahkan ini merupakan sebuah kesempurnaan seorang suami yang ringan tangan bersedia membantu istri. Bagaimana seorang muslim akan mengatakan aib, sementara Rasulullah SAW melakukannya?
Namum demikian, perlu dicatat, bahwa bukan berarti seorang suami harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Melainkan sesuai kebutuhan dan yang bisa dia lakukan. Karena, selain kemampuan dan waktu suami yang terbatas untuk melakukan semua itu, sejatinya yang bertanggung jawab masalah 'kerumahan' adalah seorang istri.
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:445-446)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
.jpg)
No comments:
Post a Comment