Wednesday, December 10, 2008

***7:46***

46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf [543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum [544]". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

[543] Al A'raaf artinya: tempat yang tertinggi di antar surga dan neraka.

[544] Artinya: mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 103: Tidak Menyukai Tidur Tengkurap

Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari ra meriwayatkan dari ayahnya,
"Ayahku berkata, 'Ketika aku sedang tidur tengkurap di dalam masjid, tiba-tiba ada seorang yang menggerak-gerakan aku dengan kakinya, seraya berkata, 'Sesungguhnya ini adalah tidur yang dimurkai Allah.' Lalu aku pun melihat, ternyata dia adalah Rasulullah SAW." (HR. Abu Dawud)

Dr. Muhammad Khair Fathimah berkata, "Hendaknya dihindari tidur tengkurap, karena tidur dengan posisi demikian membawa dampak buruk bagi kesehatan jiwa dan jasad."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:304-306)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, December 9, 2008

***7:44-45***

44. Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 102: Tidur Hanya Beralaskan Tikar.

Abdullah bin Mas'ud ra berkata, "Rasulullah SAW biasa tidur di atas tikar, dan ketika beliau bangun, tampak bekas guratan tukar pada bahunya. Maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami ingin membuatkan kasur untukmu'. Kata beliau, 'Apakah artinya dunia ini bagiku? Aku di dunia ini hanyalah laksana seorang pengembara yang berteduh dibawah pohon, dia beristirahat dan kemudian meninggalkannya'." (HR. At-Tirmiddzi)

Syaikh Muhammad Luthfy berkata, "Hadits ini menunjukan sikap Rasulullah SAW yang senantiasa menjauhi perhiasan dunia dan lebih memilih gaya hidup sederhana. Kehidupan yang dilakoni Nabi ini sungguh berlawanan dengan sebagian kaum muslimin yang hidup mewah dan berbangga-bangga dengan perabotan dan peralatan rumah tangga yang serba mahal"

Namum demikian, bukan berarti tidak boleh tidur di atas kasur empuk ataupun ranjang yang bagus. Selama itu tidak berlebihan dan tidak membuat kita melalaikan kewajiban ataupun lupa kepada Allah SWT, insya Allah tidak mengapa. Karena Allah tidak melarang hamba-hambaNya untuk menikmati indahnya rejeki dan perhiasan dunia yang Dia karuniakan kepada mereka.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:301-303)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, December 4, 2008

***7:42***

42. dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

---suplemen---
kebiasaan Nabi ke 100: Tidur Matanya Namum Tidak Tidur Hatinya

"Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur dulu sebalum shalat witir?' Rasulullah berkata, 'Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, namum hatiku tidak tidur!'" (HR. Shahih Bukhari & Muslim)

Beliau tidak pernah lalai meskipun dalam keadaan tidur, sehingga beliau selalu dapat bangun tepat pada waktunya atau pada waktu yang beliau inginkan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:296-297)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, December 3, 2008

***7:41***

41. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) [542]. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

[542] Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 99: Membaca Doa Jika Terjaga dari Tidur

" Dari Aisyah rha, ia berkat, 'Apabila Rasulullah SAW terjaga dari tidurnya di malam hari, beliau membaca 'Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal dan Perkasa. Tuhan langit dan bumi serta segala yang ada diantaranya. Dan Dialah yang Maha Mulia lagi Pengampun'." (HR. An-Nasa'i)

Sekiranya terjaganya seseorang dari tidurnya dikarenakan mimpi buruk yang dialaminya, Rasulullah SAW mengajarkan untuk meniup dengan disertai sedikit air ludah ke sebelah kiri badan sebanyak 3 kali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:294-295)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:40***

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit [540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum [541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

[540] Artinya: do'a dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 98: Berdoa Sebelum Dan Setelah Bangun Tidur

"Apabila Nabi SAW hendak tidur, beliau meletakan tangannya dibawah pipinya, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu, aku mati dan hidup'. Dan jika bangun, beliau membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami dari setelah mematikan, dan kepadaNyalah kembali'." (HR Al-Bukhari)

Ada juga hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim yang menasihati Ali bin Abi Thalib dan Fatimah rha agar sebelum tidur mereka membaca:
- Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali
- Tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali
- Takbir (Allahu akbar) sebanyak 34 kali

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:291-293)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, December 2, 2008

***7:40***

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit [540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum [541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

[540] Artinya: do'a dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 98: Berdoa Sebelum Dan Setelah Bangun Tidur

"Apabila Nabi SAW hendak tidur, beliau meletakan tangannya dibawah pipinya, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu, aku mati dan hidup'. Dan jika bangun, beliau membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami dari setelah mematikan, dan kepadaNyalah kembali'." (HR Al-Bukhari)

Ada juga hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim yang menasihati Ali bin Abi Thalib dan Fatimah rha agar sebelum tidur mereka membaca:
- Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali
- Tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali
- Takbir (Allahu akbar) sebanyak 34 kali

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:291-293)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, December 1, 2008

***7:39***

39. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 97: Berwudhu Dulu jika Akan Tidur Dalam Keadaan Hunub

"Dari Aisyah rhum, ia berkata, 'Apabila Nabi SAW hendak tidur, sementara beliau sedang junub, beliau membersihkan kemaluannya dan berwudhu untuk shalat'." (Muttafaq Alaih)

"Burwudhu untuk shalat" maksudnya yaitu berwudhu sebagaimana wudhu ketika akan shalat. Bukan berwudhu untuk mengerjakan shalat. Karena orang junub tidak diperbolehkan shalat sebalum mandi jababah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:289-290)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com