Tuesday, December 9, 2008

***7:44-45***

44. Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 102: Tidur Hanya Beralaskan Tikar.

Abdullah bin Mas'ud ra berkata, "Rasulullah SAW biasa tidur di atas tikar, dan ketika beliau bangun, tampak bekas guratan tukar pada bahunya. Maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami ingin membuatkan kasur untukmu'. Kata beliau, 'Apakah artinya dunia ini bagiku? Aku di dunia ini hanyalah laksana seorang pengembara yang berteduh dibawah pohon, dia beristirahat dan kemudian meninggalkannya'." (HR. At-Tirmiddzi)

Syaikh Muhammad Luthfy berkata, "Hadits ini menunjukan sikap Rasulullah SAW yang senantiasa menjauhi perhiasan dunia dan lebih memilih gaya hidup sederhana. Kehidupan yang dilakoni Nabi ini sungguh berlawanan dengan sebagian kaum muslimin yang hidup mewah dan berbangga-bangga dengan perabotan dan peralatan rumah tangga yang serba mahal"

Namum demikian, bukan berarti tidak boleh tidur di atas kasur empuk ataupun ranjang yang bagus. Selama itu tidak berlebihan dan tidak membuat kita melalaikan kewajiban ataupun lupa kepada Allah SWT, insya Allah tidak mengapa. Karena Allah tidak melarang hamba-hambaNya untuk menikmati indahnya rejeki dan perhiasan dunia yang Dia karuniakan kepada mereka.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:301-303)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

No comments: