Thursday, February 12, 2009

***7:70***

70. Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 124: Membaca Istigfar Tiga Kali Dan Berzikir Selepas Shalat

"Dari Tsauban bin Bajdad ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah SAW apabila telah selesai dari shalatnya, beliau beristigfar tiga kali. Lalu beliau membaca, 'Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam'.'" (HR. Muslim)

Kebiasaan yang dilakukan Nabi selepas shalat, beliau membaca istigfar sebanyak tiga kali, membaca doa diatas dan berzikir.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:379-380)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 11, 2009

***7:69***

69. Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 123: Senang Berdoa Dengan Doa Yang Ringkas

Sayyidah Aisyah r.ha berkata, Adalah Rasulullah SAW, beliau menyukai doa yang ringkas. Dan beliau meninggalkan yang selain itu." (HR. Abu Daud)

Doa yang ringkas yaitu rangkaian doa yang terdiri dari kalimat dan kata-kata yang sedikit, tetapi mengandung banyak makna menyeluruh.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., "Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW, yaitu 'Allahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaabannaar'." (HR. Sahih Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:375-376)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, February 9, 2009

***7:68***

68. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu".

---suplemen---
Ibnu Umar ra berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW biasa memberikan bergian tersendiri kepada orang yang beliau utus dalam suatu misi, selain bagian umum para tentara." (Muttafaq Alaih)

Memberikan bagian tersendiri atau bonus khusus adalah orang yang memerintahkan, bukan orang yang diperintahkan, atau pihak lain yang menyerahkan harta tersebut. Dan bagian itupun terserah kebijakan pemimpin, berapa jumlahnya. Kecuali jika sudah ada perjanjian sebelumnya.

Artinya orang yang bertugas tidak boleh menerima bagian khusus dari orang lain, terlebih lagi dari pihak yang seharusnya meyerahkan atau membayar. Karena yang seperti itu namanya suap! Dan Nabi melarang keras praktik kolusi semacam ini.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:369-371)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:67***

67. Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

---suplemen- --
Kebiasaan Nabi ke 121: Mendoakan Orang Yang Akan Berpergian

Ibnu Umar berkata, "Mendekatlah kepadaku, akan aku doakan engkau, sebagaimana Rasulullah SAW mendoakan kami jika kami akan pergi. Lalu Ibnu Umar berkata, 'Aku titipkan agamamu, amanatmu, dan penutup amal-amalmu kepada Allah'." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadits lainnya

Nabi pernah datang kepada sahabat yang hendak berpergiaan dan memegang tangannya seraya berkata,

"Dalam lindungan Allah dan naungan-Nya. Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:365-368)
Arsip://pengajianka ntor.blogspot. com

Thursday, February 5, 2009

***7:66***

66. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 120: Mendoakan Orang Yang Ditinggal Pergi

Abu Hurairah meriwayatkan, "Barangsiapa yang ingin pergi, dia mendoakan orang yang dia tinggalkan, 'Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah hilang titipan-Nya'." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits lainnya

"Apabila salah seorang kalian akan pergi, maka hendaknya dia mendoakan saudara-saudaranya yang akan ditinggalkan. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala menjadikan kebaikan dalam doa mereka." (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:362-364)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 4, 2009

***7:65***

65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 119: Menhadap Ke Arah Kiblat Terlebih Dahulu Jika Shalat Di Atas Kendaraan

Anas bin Malik ra berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak shalat tathawwu' di atas kendaraannya, beliau menghadap kiblat lalu bertakbir untuk shalat, kemudian beliau tetap berada di atas kendaraannya dan shalat menghadap kemana pun kendaraannya berjalan." (HR. Ahmad & Abu Dawud)

Shalat tathawwu' maksudnya adalah shalat sunnah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:358-359)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, January 20, 2009

***7:60-61***

60. Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".

61. Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 116: Mengundi Istri-Istrinya Jika Berpergian

Aisyah rha. berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak berpergian, beliau mengundi istri-istrinya, dan siapa pun yang keluar bagiannya, maka beliau keluar bersamanya, dan yang keluar adalah bagianku. Maka aku pun keluar bersama Rasulullah SAW" (Al-Lu'lu wa Al-Marjan 3//354, hadits no 1763)

Dalam setiap berpergian, beliau hanya mengajak seorang istri. Akan tetapi, pada saat beliau pergi menunaikan ibadah haji, beliau mengajak semua istrinya tanpa kecuali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:345-349)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com