32. Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat [536]." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.
[536] Maksudnya: perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.
---supmemen---
Kebiasaan Nabi ke 90: Tidak Pernah Makan di Depan Meja Makan.
Dengan segala kesedarhanaan dalam hidupnya, Rasulullah SAW tidak pernah makan di depan meja makan. Beliau biasa makan dengan duduk di lantai.
"Nabi SAW tidak pernah makan di atas meja makan hingga meninggal. Dan beliau juga tidak pernah makan roti empuk hingga meninggal (HR. Al-Bukhari)
DR. Musthafa Al-Bugha mengatakan, bahwa pada masa itu makan dengan menggunakan meja makan adalah kebiasaan orang-orang yang hidup mewah. Namun demikian, beliau tidak pernah melarang umatnya untuk makan di meja makan.
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:268-169)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
[536] Maksudnya: perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.
---supmemen---
Kebiasaan Nabi ke 90: Tidak Pernah Makan di Depan Meja Makan.
Dengan segala kesedarhanaan dalam hidupnya, Rasulullah SAW tidak pernah makan di depan meja makan. Beliau biasa makan dengan duduk di lantai.
"Nabi SAW tidak pernah makan di atas meja makan hingga meninggal. Dan beliau juga tidak pernah makan roti empuk hingga meninggal (HR. Al-Bukhari)
DR. Musthafa Al-Bugha mengatakan, bahwa pada masa itu makan dengan menggunakan meja makan adalah kebiasaan orang-orang yang hidup mewah. Namun demikian, beliau tidak pernah melarang umatnya untuk makan di meja makan.
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:268-169)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
.jpg)
No comments:
Post a Comment