121. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
122. "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 161: Menyuruh Sesuai Kemampuan
Aisyah rha. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau menyuruh mereka, beliau menyuruh mereka agar melakukan amal-amal sesuai dengan kemampuan mereka." (HR. Al-Bukhari)
Yang dimaksud dengan amalan-amalan disini yaitu amal idabah yang sifatnya sunnah, mustahabbah atau mandub, bukan yang hukumnya wajib.
Jika amal tersebut sifatnya sunnah, apa pun bentuk amalannya, baik itu shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berinfak, bersedekah dan lain sebagainya, maka hendaknya dilakukan sebatas kemampuan saja. Sebab, bukan tidak mungkin jika melakukan amal ibadah diluar batas kemampuan, justru akan membawa mudharat, seperti sakit misalnya.
Selain itu Nabi khawatir jika dikemudian hari mereka tidak mampu terus memeliharanya. Sebab, Allah SWT menyukai amal ibadah yang dilakukan secara rutin dan terus menerus sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,
"Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara rutin, meskipun sedikit."
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:468-469)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
122. "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 161: Menyuruh Sesuai Kemampuan
Aisyah rha. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau menyuruh mereka, beliau menyuruh mereka agar melakukan amal-amal sesuai dengan kemampuan mereka." (HR. Al-Bukhari)
Yang dimaksud dengan amalan-amalan disini yaitu amal idabah yang sifatnya sunnah, mustahabbah atau mandub, bukan yang hukumnya wajib.
Jika amal tersebut sifatnya sunnah, apa pun bentuk amalannya, baik itu shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berinfak, bersedekah dan lain sebagainya, maka hendaknya dilakukan sebatas kemampuan saja. Sebab, bukan tidak mungkin jika melakukan amal ibadah diluar batas kemampuan, justru akan membawa mudharat, seperti sakit misalnya.
Selain itu Nabi khawatir jika dikemudian hari mereka tidak mampu terus memeliharanya. Sebab, Allah SWT menyukai amal ibadah yang dilakukan secara rutin dan terus menerus sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,
"Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara rutin, meskipun sedikit."
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:468-469)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
.jpg)
No comments:
Post a Comment