123. Fir'aun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu ini);
124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik [555], kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."
[555] Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 162: Mengganti Nama Yang Jelek Dengan Nama yang Bagus
Dari Aisyah rha., ia berkata, "Bahwasanya Nabi SAW biasa mengganti nama yang jelek." (HR. At-Tirmidzi)
Hikmah yang bisa diambil adalah:
1. Mengganti nama yang telah diberikan orang tua bukanlah suatu hal yang tabu atau sikap yang dianggap tidak menghormatinya. Jika memang nama tersebut tidak bagus atau mempunyai arti yang tidak baik, mungkin dikarenakan ketidaktahuan orang tua atau sebab lain, maka tidak mengapa mengganti nama tersebut dengan nama yang lebih baik
2. Nama juga bisa bermakna sebagai doa atau harapan.
3. Tidak diperbolehkannya bagi kita untuk mengabaikan yang telah dikatakan atau ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Sebab, apa yang telah ditetapkan beliau bagi kita, maka itulah yang terbaik.
Imam Abu Daud berkata, "Nabi SAW pernah mengganti nama AL-Ash, Aziz, Atalah, Syaithan, Al Hakam, Ghurab, Hubab, dan Syihab menjadi Hisyam. Beliau juga pernah mengganti nama Harb menjadi Salam, Al-Mudhthaji' menjadi Al-Munba'its, Afirah menjadi Khadhirah, Suku Adh-Dhalalah menjadi Suku Al-Huda, Bani Az-Ziniyah menjadi Bani Ar-Risydah, dan Bani Mugwiyah menjadi Bani Risydah."
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:473-477)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
perbuatanmu ini);
124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik [555], kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."
[555] Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.
---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 162: Mengganti Nama Yang Jelek Dengan Nama yang Bagus
Dari Aisyah rha., ia berkata, "Bahwasanya Nabi SAW biasa mengganti nama yang jelek." (HR. At-Tirmidzi)
Hikmah yang bisa diambil adalah:
1. Mengganti nama yang telah diberikan orang tua bukanlah suatu hal yang tabu atau sikap yang dianggap tidak menghormatinya. Jika memang nama tersebut tidak bagus atau mempunyai arti yang tidak baik, mungkin dikarenakan ketidaktahuan orang tua atau sebab lain, maka tidak mengapa mengganti nama tersebut dengan nama yang lebih baik
2. Nama juga bisa bermakna sebagai doa atau harapan.
3. Tidak diperbolehkannya bagi kita untuk mengabaikan yang telah dikatakan atau ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Sebab, apa yang telah ditetapkan beliau bagi kita, maka itulah yang terbaik.
Imam Abu Daud berkata, "Nabi SAW pernah mengganti nama AL-Ash, Aziz, Atalah, Syaithan, Al Hakam, Ghurab, Hubab, dan Syihab menjadi Hisyam. Beliau juga pernah mengganti nama Harb menjadi Salam, Al-Mudhthaji' menjadi Al-Munba'its, Afirah menjadi Khadhirah, Suku Adh-Dhalalah menjadi Suku Al-Huda, Bani Az-Ziniyah menjadi Bani Ar-Risydah, dan Bani Mugwiyah menjadi Bani Risydah."
(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:473-477)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
.jpg)
No comments:
Post a Comment