Monday, December 22, 2008

***7:52***

52. Dan sesungguhnya Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (Al Qur'an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya atas dasar pengetahuan Kami [546]; menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman.

[546] Maksudnya: atas dasar pengetahuan Kami tentang apa yang menjadi kemashlahatan bagi hamba-hamba Kami di dunia dan akhirat.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 108: Melindungi Diri atau Menjauh Jika Buang Hajat

Abdullah bin Jafar ra. mengisahkan suatu perjalanan bersama Rasulullah SAW, "Pada suatu hari, Rasulullah SAW memboncengkan aku dibelakannya. Beliau memberitahukan sebuah rahasia yang tidak aku ceritakan kepada seorang pun. Dan yang paling disenanginya beliau untuk menutupi dirinya ketika buang hajat adalah tempat yang tinggi atau pepohonan kurma." (HR. Muslim dan Abu Dawud)

Sungguh ironis, dimana sering kita menyaksikan, betapa banyaknya orang-orang yang membuang hajatnya (terutama hajat kecil) secara sembarangan di pinggir jalan tanpa rasa sungkan.

Akhlak buruk seperti ini, selain tidak memperhatikan kebersihan lingkungan dan kesucian pakaian, juga menunjukan lenyapnya rasa malu dari dalam dirinya. Padahal, sebagaimana kebersihan adalah bagian dari iman, malu juga merupakan bagian dari iman.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:321-323)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, December 17, 2008

***7:50-51***

50. Dan penghuni neraka menyeru penghuni syurga: " Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu". Mereka (penghuni surga) menjawab: "Sesungguhnya Allah telah mengharamkan keduanya itu atas orang-orang kafir,

51. (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka."Maka pada hari (kiamat) ini, Kami melupakan mereka sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini, dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 107: Menyempatkan Tidur Dalam Perjalanan di Malam Hari.

"Dari Abu Qatabah ra, ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW dalam perjalanan melewati waktu malam, beliau menyempatkan diri tidur dengan menghadap ke kanan. Dan apabila beliau hendak tidur sebelum subuh, beliau menegakkan lengannya dan meletakan kepalanya di atas telapak tangannya'." (HR. Muslim)

Jika kita sedang berpergian, kemudian waktu malam, hendaklah kita juga tidur, mengikuti apa yang biasa dilakukan Nabi. Lagi pula tidur adalah manusiawi dan merupakan kebutuhan primer manusia. Selain itu, mata dan badan juga mempunyai hak atas kita untuk diistirahatkan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:318-320)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, December 16, 2008

***7:49***

49. (Orang-orang di atas A'raaf bertanya kepada penghuni neraka): "Itukah orang-orang [545] yang kamu telah bersumpah bahwa mereka tidak akan mendapat rahmat Allah?". (Kepada orang mu'min itu dikatakan): "Masuklah ke dalam syurga, tidak ada kekhawatiran terhadapmu dan tidak (pula) kamu bersedih hati."

[545] Maksudnya: penghuni syurga.

---suplemen---
Kebisaan Nabi ke 106: Senang Pergi Pada Pagi Hari

Aktivitas yang dimulai di pagi hari akan menuai hasil yang lebih baik dibanding aktivitas yang dimulai kala sinar mentari telah menyengat kulit. Karena semakin pagi aktivitas diawali, maka semakin luaslah waktu untuk berbuat, bekerja, berkarya, dan berkreasi.

Rasulullah SAW bersabda, "Ya Allah, berkahilah umatku dalam kepergiannya di pagi hari." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:315-317)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, December 15, 2008

***7:48***

48. Dan orang-orang yang di atas A'raaf memanggil beberapa orang (pemuka-pemuka orang kafir) yang mereka mengenalnya dengan tanda-tandanya dengan mengatakan: "Harta yang kamu kumpulkan dan apa yang selalu kamu sombongkan itu, tidaklah memberi manfa'at kepadamu."

---suplemen---
Kebiasaan ke 105: Senang Berpergian Pada Hari Kamis

"Dari Ka'ab bin Malik ra., ia berkata, 'Bahwasanya Nabi SAW keluar pada perang Tabuk di hari Kamis. Dan beliau senang keluar pada hari Kamis'." (HR. Al-Bukhari)

Setidaknya ada dua sebab kenapa beliau senang berpergian pada hari Kamis. Pertama, Karena para malaikat melaporkan amal perbuatan manusia kepada Allah pada hari Kamis. Dan kedua, Biasanya beliau berpuasa pada hari kamis

"Jarang sekali Rasulullah SAW pergi kecuali pada hari Kamis." (HR. Al-Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:313-314)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, December 14, 2008

***7:47***

47. Dan apabila pandangan mereka dialihkan ke arah penghuni neraka, mereka berkata: "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau tempatkan kami bersama-sama orang-orang yang zalim itu".

---suplemen---
Kebiasaan ke 104: Berlindung Kepada Allah Dari Beban Perjalanan Jika Hendak Berpergian

"Dari Abdullah bin Sarjis ra., ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW hendak berpergian, beliau berlindung dari beban perjalanan, bahaya yang mungkin meninpa, kekurangan setelah kecukupan, dan buruknya pemandangan dalam keluarga dan harta'." (HR. Muslim & At-Tirmidzi)

Hadits lain

"Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kebaikan dan takwa kepada-Mu, serta perbuatan yang engkau ridhai dalam perjalanan kami ini. Ya Allah, ringankanlah perjalanan kami ini. dan dekatkanlah jarak yang jauh kepada kami. Engkau adalah kawan dalam perjalanan dan pengganti dalam keluarga." (HR. Muslim)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:309-311)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, December 10, 2008

***7:46***

46. Dan di antara keduanya (penghuni surga dan neraka) ada batas; dan di atas A'raaf [543] itu ada orang-orang yang mengenal masing-masing dari dua golongan itu dengan tanda-tanda mereka. Dan mereka menyeru penduduk surga: "Salaamun 'alaikum [544]". Mereka belum lagi memasukinya, sedang mereka ingin segera (memasukinya).

[543] Al A'raaf artinya: tempat yang tertinggi di antar surga dan neraka.

[544] Artinya: mudah-mudahan Allah melimpahkan kesejahteraan atas kamu.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 103: Tidak Menyukai Tidur Tengkurap

Ya'isy bin Thikhfah Al-Ghifari ra meriwayatkan dari ayahnya,
"Ayahku berkata, 'Ketika aku sedang tidur tengkurap di dalam masjid, tiba-tiba ada seorang yang menggerak-gerakan aku dengan kakinya, seraya berkata, 'Sesungguhnya ini adalah tidur yang dimurkai Allah.' Lalu aku pun melihat, ternyata dia adalah Rasulullah SAW." (HR. Abu Dawud)

Dr. Muhammad Khair Fathimah berkata, "Hendaknya dihindari tidur tengkurap, karena tidur dengan posisi demikian membawa dampak buruk bagi kesehatan jiwa dan jasad."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:304-306)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, December 9, 2008

***7:44-45***

44. Dan penghuni-penghuni surga berseru kepada penghuni-penghuni neraka (dengan mengatakan): "Sesungguhnya kami dengan sebenarnya telah memperoleh apa yang Tuhan kami menjanjikannya kepada kami. Maka apakah kamu telah memperoleh dengan sebenarnya apa (azab) yang Tuhan kamu menjanjikannya (kepadamu)?" Mereka (penduduk neraka) menjawab: "Betul". Kemudian seorang penyeru (malaikat) mengumumkan di antara kedua golongan itu: "Kutukan Allah ditimpakan kepada orang-orang yang zalim,

45. (yaitu) orang-orang yang menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah dan menginginkan agar jalan itu menjadi bengkok, dan mereka kafir kepada kehidupan akhirat."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 102: Tidur Hanya Beralaskan Tikar.

Abdullah bin Mas'ud ra berkata, "Rasulullah SAW biasa tidur di atas tikar, dan ketika beliau bangun, tampak bekas guratan tukar pada bahunya. Maka kami berkata, 'Wahai Rasulullah, kami ingin membuatkan kasur untukmu'. Kata beliau, 'Apakah artinya dunia ini bagiku? Aku di dunia ini hanyalah laksana seorang pengembara yang berteduh dibawah pohon, dia beristirahat dan kemudian meninggalkannya'." (HR. At-Tirmiddzi)

Syaikh Muhammad Luthfy berkata, "Hadits ini menunjukan sikap Rasulullah SAW yang senantiasa menjauhi perhiasan dunia dan lebih memilih gaya hidup sederhana. Kehidupan yang dilakoni Nabi ini sungguh berlawanan dengan sebagian kaum muslimin yang hidup mewah dan berbangga-bangga dengan perabotan dan peralatan rumah tangga yang serba mahal"

Namum demikian, bukan berarti tidak boleh tidur di atas kasur empuk ataupun ranjang yang bagus. Selama itu tidak berlebihan dan tidak membuat kita melalaikan kewajiban ataupun lupa kepada Allah SWT, insya Allah tidak mengapa. Karena Allah tidak melarang hamba-hambaNya untuk menikmati indahnya rejeki dan perhiasan dunia yang Dia karuniakan kepada mereka.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:301-303)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, December 4, 2008

***7:42***

42. dan orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal-amal yang saleh, Kami tidak memikulkan kewajiban kepada diri seseorang melainkan sekedar kesanggupannya, mereka itulah penghuni-penghuni surga; mereka kekal di dalamnya.

---suplemen---
kebiasaan Nabi ke 100: Tidur Matanya Namum Tidak Tidur Hatinya

"Aisyah bertanya kepada Rasulullah SAW, 'Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur dulu sebalum shalat witir?' Rasulullah berkata, 'Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur, namum hatiku tidak tidur!'" (HR. Shahih Bukhari & Muslim)

Beliau tidak pernah lalai meskipun dalam keadaan tidur, sehingga beliau selalu dapat bangun tepat pada waktunya atau pada waktu yang beliau inginkan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:296-297)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, December 3, 2008

***7:41***

41. Mereka mempunyai tikar tidur dari api neraka dan di atas mereka ada selimut (api neraka) [542]. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang zalim,

[542] Maksudnya: mereka terkepung dalam api neraka.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 99: Membaca Doa Jika Terjaga dari Tidur

" Dari Aisyah rha, ia berkat, 'Apabila Rasulullah SAW terjaga dari tidurnya di malam hari, beliau membaca 'Tiada tuhan selain Allah Yang Maha Tunggal dan Perkasa. Tuhan langit dan bumi serta segala yang ada diantaranya. Dan Dialah yang Maha Mulia lagi Pengampun'." (HR. An-Nasa'i)

Sekiranya terjaganya seseorang dari tidurnya dikarenakan mimpi buruk yang dialaminya, Rasulullah SAW mengajarkan untuk meniup dengan disertai sedikit air ludah ke sebelah kiri badan sebanyak 3 kali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:294-295)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:40***

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit [540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum [541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

[540] Artinya: do'a dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 98: Berdoa Sebelum Dan Setelah Bangun Tidur

"Apabila Nabi SAW hendak tidur, beliau meletakan tangannya dibawah pipinya, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu, aku mati dan hidup'. Dan jika bangun, beliau membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami dari setelah mematikan, dan kepadaNyalah kembali'." (HR Al-Bukhari)

Ada juga hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim yang menasihati Ali bin Abi Thalib dan Fatimah rha agar sebelum tidur mereka membaca:
- Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali
- Tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali
- Takbir (Allahu akbar) sebanyak 34 kali

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:291-293)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, December 2, 2008

***7:40***

40. Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, sekali-kali tidak akan dibukakan bagi mereka pintu-pintu langit [540] dan tidak (pula) mereka masuk surga, hingga unta masuk ke lubang jarum [541]. Demikianlah Kami memberi pembalasan kepada orang-orang yang berbuat kejahatan.

[540] Artinya: do'a dan amal mereka tidak diterima oleh Allah.
[541] Artinya: mereka tidak mungkin masuk surga sebagaimana tidak mungkin masuknya unta ke lubang jarum.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 98: Berdoa Sebelum Dan Setelah Bangun Tidur

"Apabila Nabi SAW hendak tidur, beliau meletakan tangannya dibawah pipinya, kemudian beliau membaca, 'Ya Allah, dengan menyebut nama-Mu, aku mati dan hidup'. Dan jika bangun, beliau membaca, 'Segala puji bagi Allah yang telah menghidupkan kami dari setelah mematikan, dan kepadaNyalah kembali'." (HR Al-Bukhari)

Ada juga hadits shahih riwayat al-Bukhari dan Muslim yang menasihati Ali bin Abi Thalib dan Fatimah rha agar sebelum tidur mereka membaca:
- Tasbih (Subhanallah) sebanyak 33 kali
- Tahmid (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali
- Takbir (Allahu akbar) sebanyak 34 kali

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:291-293)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, December 1, 2008

***7:39***

39. Dan berkata orang-orang yang masuk terdahulu di antara mereka kepada orang-orang yang masuk kemudian: "Kamu tidak mempunyai kelebihan sedikitpun atas kami, maka rasakanlah siksaan karena perbuatan yang telah kamu lakukan".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 97: Berwudhu Dulu jika Akan Tidur Dalam Keadaan Hunub

"Dari Aisyah rhum, ia berkata, 'Apabila Nabi SAW hendak tidur, sementara beliau sedang junub, beliau membersihkan kemaluannya dan berwudhu untuk shalat'." (Muttafaq Alaih)

"Burwudhu untuk shalat" maksudnya yaitu berwudhu sebagaimana wudhu ketika akan shalat. Bukan berwudhu untuk mengerjakan shalat. Karena orang junub tidak diperbolehkan shalat sebalum mandi jababah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:289-290)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, November 30, 2008

***7:38***

38. Allah berfirman: "Masuklah kamu sekalian ke dalam neraka bersama umat-umat jin dan manusia yang telah terdahulu sebelum kamu. Setiap suatu umat masuk (ke dalam neraka), dia mengutuk kawannya (menyesatkannya); sehingga apabila mereka masuk semuanya berkatalah orang-orang yang masuk kemudian [538] di antara mereka kepada orang-orang yang masuk terdahulu [539]: "Ya Tuhan kami, mereka telah menyesatkan kami, sebab itu datangkanlah kepada mereka siksaan yang berlipat ganda dari neraka". Allah berfirman: "Masing-masing mendapat (siksaan) yang berlipat ganda, akan tetapi kamu tidak mengetahui".

[538] Maksudnya: pengikut-pengikut

[539] Maksudnya: pemimpin-pemimpin

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 96: Tidur Pada Awal Malam Dan Bangun Di Sepertiga Akhir

"Dari Aisyah rhum, ia berkata, 'Bahwasanya Nabi SAW biasa tidur pada awal malam dan bangun di sepertiga akhir, lalu beliau shalat'." (HR. Shahih Bukhari & Muslim)

Ini adalah kebiasaan Nabi dan ini adalah sunnah. Artinya, apa yang biasa dilakukan beliau dalam hal ini tiak mutlak harus diikuti, dan orang yang tidak mengikutinya tidakl berdosa, karena ini bukan sesuatu yang hukumnya wajib. Tentu saja dengan catatan bahwa orang yang tidak mengikuti beliau dalam hal ini bukan hendak menyalahi sunnahnya, malainkan dikarenakan satu sebab penting yang mengharuskannya tidak tidur diawal malam.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:285-287)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, November 27, 2008

***7:37***

37. Maka siapakah yang lebih zalim daripada orang yang membuat-buat dusta terhadap Allah atau mendustakan ayat-ayat-Nya? Orang-orang itu akan memperoleh bahagian yang telah ditentukan untuknya dalam Kitab (Lauh Mahfuzh); hingga bila datang kepada mereka utusan-utusan Kami (malaikat) untuk mengambil nyawanya, (di waktu itu) utusan Kami
bertanya: "Di mana (berhala-berhala) yang biasa kamu sembah selain Allah?" Orang-orang musyrik itu menjawab: "Berhala-berhala itu semuanya telah lenyap dari kami," dan mereka mengakui terhadap diri mereka bahwa mereka adalah orang-orang yang kafir.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 95: Tidak Suka Tidur Sebelum Isya'

Dari Abu Bazrah ra., ia berkata, 'Bahwasanya Rasulullah SAW tidak menyukai tidur sebelum Isya' dan berbincang-bincang sesudahnya'." (HR. Al-Bukhari)

Ada beberapa hal yang perlu dicermati dari hadits diatas.
1. Dikhawatirkan jika seseorang tidur sebelum dia mengerjakan sholat isya', kemudia dia tidak bangun lagi hingga masuk waktu subuh, maka dia akan kehilangan shalat Isya' pada waktunya.
2. Disukai tidur setelah sholat isya' karena hal ini dapat membantunya untuk bangun malam dan melakukan shalat tahajud.
3. Nabi tidak menyukai ngobrol setelah isya', maka amalannya hari itu ditutup dengan sesuatu amalan yang terbaik, yaitu shalat.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:282-283)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, November 26, 2008

***7:36***

36. Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itu penghuni-penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 94: Meniup Kedua Tangan Dan Membaca Doa Lalu Mengusapkannya ke Badan

"Dari Aisyah rhum., ia berkata, 'Bahwasanya apabila Rasulullah SAW hendak tidur, beliau meniup kedua tangannya dan membaca al-mu'awwidzat, lalu beliau mengusap badannya dengan kedua tangannya'." (HR. Al-Bukhari)

Al-mu'awwidzat ialah surat Al-Ikhlas, Al-Falaq dan An-Nas.

Dalam hadist lain diterangkan bahwa mengusap badannya dari kepala, wajah, dan badan bagian depan. Dan beliau melakukan hal ini sebanyak tiga kali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:279-281)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, November 25, 2008

***7:35***

35. Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-Ku, maka barangsiapa yang bertakwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran ter-hadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 93: Meletakan Tangan Di Bawah Pipi

"Dari Hudzaifah bin Al-Yaman ra., ia berkata, 'Apabila Nabi SAW hendak tidur, beliau meletakan tangannya dibawah pipinya'." (HR. Al-Bukhari)

Sekiranya kita tidak bisa meniru posisi tidur Rasulullah SAW seperti ini terus menerus hingga bangun, setidaknya kita dapat meniru beliau ketika hendak tidur. Apabila setelah tertidur, kemudian posisi kita berubah, maka hal itu sudah diluar kemampuan kita.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:277-278)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, November 20, 2008

***7:34***

34. Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu [537]; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya.

[537] Maksudnya: tiap-tiap bangsa mempunyai batas waktu kejayaan atau keruntuhan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 92: Tidur Di Atas Bahu Sebelah Kanan

Dari Al-Barra bin Azib ra., ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW telah berada di tempat tidurnya, beliau tidur diatas bahu sebelah kanan'." (HR. Al-Bukhari)

Dalam ilmu kedokteran juga dibuktikan bahwa tidur menghadap ke kanan dengan lambung kanan berada dibawah, lebih baik bagi kesehatan tubuh daripada tidur di atas lamung kiri.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:275-276)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, November 19, 2008

***7:33***

33. Katakanlah: "Tuhanku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang Allah tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui."

---suplemen---
kebiasaan Nabi ke 91: Tidur Dalam Keadaan Suci

Seorang muslim hendaknya berwudhu terlebih dahulu apabila ia hendak berangkat tidur. Demikianlah salah satu adab tidur yang diajarkan Rasulullah SAW.

"Dari Al-Bara bin Azib ra., ia berkata, 'Rasulullah SAW bersabda kepadaku , 'Apabila engkau hendak mendatangi tempat tidurmu, maka berwudhulah sebagaimana wudhu untuk shalat. Kemudian tidurlan di atas bahumu sebelah kanan.''" (Al-Lu'lu wa Al-Marjan 3/230)

"Barangsiapa yang pergi ke tempat tidurnya dalam keadaan suci seraya menyebut Allah yang maha mulia dan agung hingga dikalahkan oleh rasa kantuk, maka tidak terlewatkan sesaat pun sepanjang malam jika dia meminta kebaikan dunia dan akhirat kepada-Nya, melainkan pasti akan diberi." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu As-Sunni)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:273-274)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, November 18, 2008

***7:32***

32. Katakanlah: "Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezki yang baik?" Katakanlah: "Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat [536]." Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.

[536] Maksudnya: perhiasan-perhiasan dari Allah dan makanan yang baik itu dapat dinikmati di dunia ini oleh orang-orang yang beriman dan orang-orang yang tidak beriman, sedang di akhirat nanti adalah semata-mata untuk orang-orang yang beriman saja.

---supmemen---
Kebiasaan Nabi ke 90: Tidak Pernah Makan di Depan Meja Makan.

Dengan segala kesedarhanaan dalam hidupnya, Rasulullah SAW tidak pernah makan di depan meja makan. Beliau biasa makan dengan duduk di lantai.

"Nabi SAW tidak pernah makan di atas meja makan hingga meninggal. Dan beliau juga tidak pernah makan roti empuk hingga meninggal (HR. Al-Bukhari)

DR. Musthafa Al-Bugha mengatakan, bahwa pada masa itu makan dengan menggunakan meja makan adalah kebiasaan orang-orang yang hidup mewah. Namun demikian, beliau tidak pernah melarang umatnya untuk makan di meja makan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:268-169)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, November 16, 2008

***7:31***

31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid [534], makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan [535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.

[534] Maksudnya: tiap-tiap akan mengerjakan sembahyang atau thawaf keliling Ka'bah atau ibadat-ibadat yang lain.

[535] Maksudnya: janganlah melampaui batas yang dibutuhkan oleh tubuh dan jangan pula melampaui batas-batas makanan yang dihalalkan.

---suplemen---
Kebiasaan ke 89: Tidak Pernah Kenyak Dua Hari Berturut-turut.

"Dari Aisyah rhum, ia berkata, 'Keluarga Muhammad SAW tidak pernah kenyak dari roti tepung selama dua hari berturut-turut hingga beliau meninggal'." (HR. Shahih Bukhari & Muslim)

Demikianlah Rasulullah SAW, beliau hanya makan secukupnya. Beliau tidak pernah makan hingga kenyang selama dua hari berturut-turut, bahkan kadang lebih dari dua hari. Dan kalaupun beliau makan hingga dua kali dalam sehari, maka salah satu yang dimakannya adalah kurma. Bahkan tidak jarang beliau tidak mendapatkan sedikit makanan yang bisa dimakan di pagi hari. Dan beliau pun berpuasa.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:265-267)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, November 12, 2008

***7:30***

30. Sebahagian diberi-Nya petunjuk dan sebahagian lagi telah pasti kesesatan bagi mereka. Sesungguhnya mereka menjadikan syaitan-syaitan pelindung (mereka) selain Allah, dan mereka mengira bahwa mereka mendapat petunjuk.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi Ke 88: Berboa Sebelum dan Sesudah Makan

"Adalah Nabi SAW, apabila makanannya telah didekatkan kepadanya, beliau membaca bismillah. Dan apabila selesai makan, beliau berkata, 'Ya Allah, Engkau telah memberikan makan dan minum, Engkau telah mencukupkan dan meridhaiku, dan Engkau telah memberikan petunjuk kepadaku serta menghidupkanku. Segala puji bagi-Mu atas semua yang Engkau berikan kepadaku'." (HR. Ahmad dan An-Nasa'i)

Dikisahkan dalam sebuah hadits, bahwasanya ada seorang sahabat yang lupa membaca bismillah ketika makan. Kebetulan disitu ada Rasulullah SAW sedang duduk-duduk bersama para sahabat yang lain. Setelah makanannya hampir habis dan tinggal sesuaip lagi, dia membaca 'Bismillahi awwalahu wa aakhirah'. Tiba-tiba Nabi tertawa menyaksikan hal tersebut. Lalu beliau berkata, "Sesungguhnya dari tadi setan turut makan bersamanya, tetapi setelah dia menyebut nama Allah, setan itu langsung memuntahkan isi perutnya!"

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:262-264)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, November 11, 2008

***7:29***

29. Katakanlah: "Tuhanku menyuruh menjalankan keadilan". Dan (katakanlah): "Luruskanlah muka (diri)mu [533] di setiap sembahyang dan sembahlah Allah dengan mengikhlaskan keta'atanmu kepada-Nya. Sebagaimana Dia telah menciptakan kamu pada permulaan (demikian pulalah kamu akan kembali kepadaNya)".

[533] Maksudnya: tumpahkanlah perhatianmu kepada sembahyang itu dan pusatkanlah perhatianmu semata-mata kepada Allah.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 87: Mulai Makan Dari Pinggir Tempat Makan

Suatu hari di waktu dhuha, beliau mengundang sabagian sahabat untuk makan bersama di rumahnya. Kemudian ketika mereka sudah datang dan berkumpul mengelilingi tempat makan, biliau bersabda,

"Makanlah kalian dari sekelilingnya dan biarkanlah atasnya, maka makanan ini akan diberkahi." (Riyadh Ash-Shalihin, ladits no 745)

"Dari sekelilingnya" maksudnya dari sekelilingnya.
"Dan biarkanla atasnya" yaitu bagian tengah-tengahnya. Karena dalam rawayat lain disebutkan bahwa baraqah Allah turun di tengah-tengah makanan

Makan bersama dalam satu tempat/nampan adalah kebiasaan cara makan Nabi SAW dan para sabahat rhum.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:259-260)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, November 6, 2008

***7:28***

28. Dan apabila mereka melakukan perbuatan keji [532], mereka berkata: "Kami mendapati nenek moyang kami mengerjakan yang demikian itu, dan Allah menyuruh kami mengerjakannya." Katakanlah: "Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji." Mengapa kamu mengada-adakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui?

[532] Seperti: syirik, thawaf telanjang di sekeliling Ka'bah dan sebagainya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 86: Minum Dengan Duduk Dan Berdiri

"Sesungguhnya Nabi SAW melarang seseorang minum dengan berdiri." (HR. Muslim)

Sebagian ulama mengatakan bahwa minumnya beliau sambil berdiri adalah dikarenakan sebab yang membuat beliau harus minum dengan berdiri.

"Aku pernah memberi air zamzam kepada Nabi SAW, dan beliau minum dengan beridiri" (HR. Shahih Bukhari & Muslim)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:257-258)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com
------
hu..hu..huu. Pagi ini saya menghapus beberapa blog yang sudah tidak terurus lagi. Tapi entah bagaimana pengajiankantor.blogspot.com ikut terhapus. Semua yang pernah dipost di blog ini hilang dech...