Sunday, July 5, 2009

***7:142***

 
142. Dan telah Kami janjikan kepada Musa (memberikan Taurat) sesudah berlalu waktu tiga puluh malam, dan Kami sempurnakan jumlah malam itu dengan sepuluh (malam lagi), maka sempurnalah waktu yang telah ditentukan Tuhannya empat puluh malam. Dan berkata Musa kepada saudaranya yaitu Harun: "Gantikanlah aku dalam (memimpin) kaumku, dan perbaikilah [564], dan janganlah kamu mengikuti jalan orang-orang yang
membuat kerusakan".

[564] Maksudnya: perbaikilah dirimu dan kaummu serta hal ihwal mereka.

---suplemen---
Kawaan-kawasan lain yang jauh dari pusat kedudukan Islam, mereka banyak yang menerima Islam sebagai penghormatan saja atas kekuasaan Muhammad yang dalam waktu pendek tersebar luas hingga mencapai perbatasan imperium Romawi dan Persia. Penyebarannya yang begitu cepat memang sangat mengagumkan, sehinga setiap kabilah itu berturur-turut mengiriimkan utuasan ke Madinah menyatakan kepada Nabi bahwa mereka dan kabilah-kabilah lain yang tergabung ke dalamnya masuk Islam. Tetapi dengan tersebarnya berita bahwa Nabi wafat, tidak heran jika iman mereka jadi goyah dan mereka berbalik murtad dari agama yang baru saja mereka terima. Juga tidak heran jika mereka kemudian membangkang terhadap agama ini lalu terbawa oleh orang-orang yang mengobarkan fitnah dan api permusuhan atas nama fanarisma dan kecongkakan Arabnya.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:62)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, July 1, 2009

***7:141***



141. Dan (ingatlah hai Bani Israil), ketika Kami menyelamatkan kamu
dari (Fir'aun) dan kaumnya, yang mengazab kamu dengan azab yang sangat
jahat, yaitu mereka membunuh anak-anak lelakimu dan membiarkan hidup
wanita-wanitamu.  Dan pada yang demikian itu cobaan yang besar dari
Tuhanmu".



---suplemen---

Wajar saja bila agama ini tidak tidak dapat mengakar ke dalam hati
kabilah-kabilah yang bermasalah seperti yang sudah dihayati oleh
penduduk Mekah dan Madinah serta masyarakat Arab yang berdekata di
sekitarnya. Di tempat asalnya Islam memerlukan wakru dua puluh tahun
penuh untuk menjadi stabil. Selama itu pula lawan-lawanya terus
berusaha mati-matian melancarkan permusuhan, yang berlangsung hingga
selama beberapa tahun. Akibat dari semua itu, kemudian permusyuhan
berakhir dengan kemenangan di tangan Islam. Ajaran-ajarannya sekarang
dapat dirasakan dan meresap di dalam hati orang-orang Arab Mekah,
Ta'if, Madinah serta tempat-tempat dan kabilah-kabilah berdekatan yang
dapat berhubungan dengan Rasulullah dan sahabat-sahabatnya. Tetapi
mereka yang berada jauh dari daerah yang pernah menyaksikan kegiatan
Muhammad selama bertahun-tahun terus-menerus itu, mengajak orang kepada
ajaran Allah dan agama Allah, agama baru itu tidak membekas pada
mereka. Bahkan mereka memberontak dan berusaha hendak kembali kepada
kebebasan politik dan agama yang lama.



(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:60)

Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, June 29, 2009

***7:140***

140. Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.

---suplemen---
Masa Abu Bakr dapat dikatakan masa yang sungguh unik. Masa itu adalah masa transisi yang wajar dengan masa Rasulullah, baik dalam politik agama maupun dalam politik sekuler. Memang benar, ketika itu agama sudah sempurna, dan tak ada lagi orang dapat mengubah-ubah atau menukar-nukar apa yagn sudah ada dalam agama itu. Tetapi begitu Nabi wafat, orang-orang Arab pinggiran mulai berpikirpikir mau jadi murtad, atau memang suda banyak khabilah yang murtad. Maka tak ada jalan Abu Bakr harus bertindak menentukan langkah demi mengatasi keadaan yang sangat genting itu. Langkah itu sudah dimulai oleh Nabi sendiri ketika mengadakan hubungan dengan negera-negera tetangga dalam menjalankan politik dakwahnya itu. Jadi tak ada jalan lain buat Abu Bak daripada harus meneruskan langkah itu.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:56)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com140. Musa menjawab: "Patutkah aku mencari Tuhan untuk kamu yang selain dari pada Allah, padahal Dialah yang telah melebihkan kamu atas segala umat.

---suplemen---
Masa Abu Bakr dapat dikatakan masa yang sungguh unik. Masa itu adalah masa transisi yang wajar dengan masa Rasulullah, baik dalam politik agama maupun dalam politik sekuler. Memang benar, ketika itu agama sudah sempurna, dan tak ada lagi orang dapat mengubah-ubah atau menukar-nukar apa yagn sudah ada dalam agama itu. Tetapi begitu Nabi wafat, orang-orang Arab pinggiran mulai berpikirpikir mau jadi murtad, atau memang suda banyak khabilah yang murtad. Maka tak ada jalan Abu Bakr harus bertindak menentukan langkah demi mengatasi keadaan yang sangat genting itu. Langkah itu sudah dimulai oleh Nabi sendiri ketika mengadakan hubungan dengan negera-negera tetangga dalam menjalankan politik dakwahnya itu. Jadi tak ada jalan lain buat Abu Bak daripada harus meneruskan langkah itu.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:56)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, June 24, 2009

***7:139***

139. Sesungguhnya mereka itu akan dihancurkan kepercayaan yang dianutnya dan akan batal apa yang seIalu mereka kerjakan.

---suplemen---
Tidak ada yang menentang Abu Bakr sebagai khalifah

Lepas dari soal perbedaan pendapat dikalangan para ahli sejarah itu mengenai baiat serta ikut sertanya keluarga Hasyim dan pihak Muhajirin yang lain atau tidak ikut sertanya sebagian mereka, yang sudah disepakati tanpa perbedaan pendapat ialah, bahwa sepeninggal Rasulullah, sejak hari pertama yang harus memegang pimpinan adalah Abu Bakr.

Dari mereka yang tertunda memberikan baiat itu tidak ada yang mengatakan dari kalangan Banu Hasyim atau yang lain mencoba mendadakan perlawanan senjata atau berusaha menggugat-gugat khalifah yang pertama itu. Adakah itu karena kedudukan Abu Bakr di mata Rasulullah, yang sampai mengatakan: 'Kalau ada dari hamba Allah yang akan kuambil sebagai khalil, maka Abu Bakr-lah khalil-ku.'

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:54)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com



Monday, June 8, 2009

***7:133***

133. Maka Kami kirimkan kepada mereka taufan, belalang, kutu, katak dan darah [558] sebagai bukti yang jelas, tetapi mereka tetap menyombongkan diri dan mereka adalah kaum yang berdosa.

[558] Maksudnya: air minum mereka berubah menjadi darah.

---suplemen---

Adakah suatu kekuatan di dunia ini yang dapat melebihi kekuatan iman! Adakah suatu kemampuan seperti kemampuan iman dalam hidup ini! Orang yang mengira, bahwa kekuatan despotisma dan kekuasaan punya pengaruh besar di dunia ini, ia sudah terjerumus ke dalam jurang kesalahan.

Jiwa yang begitu damai, begitu yakin dengan keimanannya akan kebenaran, yang mengajak orang berdakwah dengan cara yang bijaksana dan nasihat yang baik, dengan cara yang lemah lembut, yang bersumber dari akhak yang mulia dan perangai yang lembut, bergaul dengan orang-orang yang lemah, orang-orang papa dan kaum dhuafa, yang dalam penderitaannya sebagai salah satu sarana dakwahnya. Jiwa inilah yang sepantasnya mencapai sasaran sebagaimana dikehendaki, karena ia mudah diacu dan keluar sesuai dengan pola yang ada padanya.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:7)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, June 7, 2009

***7:132***

132. Mereka berkata: "Bagaimanapun kamu mendatangkan keterangan kepada kami untuk menyihir kami dengan keterangan itu, maka kami sekali-kali tidak akan beriman kepadamu".

---suplemen---
Keberanian Menerima Islam Dan Menyiarkannya

Usaha Abu Bakr melakukan dakwah Islam patut di kagumi. Barangkali ada juga orang yang berpandangan, sudah merasa cukup dengan mempercayai Islam secara diam-diam dan tidak berterang-terang di depan umum agar perdagangannya selamat, berjalan lancar. Tapi ABu Bakr dengan menyatakan terang-terangan keislamannya, lalu mengajak orang-orang kepada ajaran Allah dan Rasulullah dan meneruskan dakwahnya untuk menyakinkan kaum muslimin untuk mempercayai Muhammad dan mengikuti ajaran agamanya, inilah yang belum pernah dilakukan orang; kecuali mereka yang sudah begitu tinggi jiwanya, yang sudah sampai pada tingkat membela kebenaran demi kebenaran. Orang demikian ini sudah berada di atas kepentingan hidup pribadinya sehari-hari.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:7)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, June 4, 2009

***7:131***

131. Kemudian apabila datang kepada mereka kemakmuran, mereka berkata: "Itu adalah karena (usaha) kami". Dan jika mereka ditimpa kesusahan, mereka lemparkan sebab kesialan itu kepada Musa dan orang-orang yang besertanya. Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.

---suplemen---
Abu Bakr adalah salah seorang pemikir Mekah yang memandang penyembahan berhala itu suatu kebodohan dan kepalsuan belaka. Ia sudah mengenal benar Muhammad - kejujurannya, kelurusan hatinya serta kejernihan pikirannya. Semua itu tidak memberi peluang dalam hatinya untuk merasa ragu, apa yang telah diceritakan kepadanya, dilihatnya dan didengarnya. Apalagi karena apa yang diceritakan Rasulullah kepadanya itu dilihatnya memang sudah sesuai dengan pikiran yang sehat. Pikirannya tidak merasa ragu lagi, ia sudah mempercayai dan menerima semua itu.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:6)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, June 3, 2009

***7:130***

130. Dan sesungguhnya Kami telah menghukum (Fir'aun dan) kaumnya dengan (mendatangkan) musim kemarau yang panjang dan kekurangan buah-buahan, supaya mereka mengambil pelajaran.

---suplemen---
Beban yang dipikulnya setelah Rasulullah berpulang ke rahmatullah, adalah beban yang dipikulnya sendiri sebagai manusia pertama di kalangan kaum muslimin dan sebagai pengganti (khalifah)Rasulullah. Bukan lagi ia seorang pengikut yang ikut berbicara dalam musyawarah, melaikan sebagai seorang pemimpin yang diikuti sahabat-sahabatnya dengan memberikan pendapat kepadanya seperti halnya ia sendiri dulu bersama-sama sahabat-sahabat yang lain memberikan pendapat kepada Rasulullah.

Beban yang dipikulnya penuh iman, penuh amanah dan kejujuran. Allah telah memberikan balasan kepada kaum muslimin dengan sebaik-baiknya.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:xxxvi)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, June 2, 2009

***7:129***

129. Kaum Musa berkata: "Kami telah ditindas (oleh Fir'aun) sebelum kamu datang kepada kami dan sesudah kamu datang [556]. Musa menjawab: "Mudah-mudahan Allah membinasakan musuhmu dan menjadikan kamu khalifah di bumi(Nya), maka Allah akan melihat bagaimana perbuatanmu [557].

[556] Mereka mengeluh kepada Musa a.s. bahwa nasib mereka sama saja; baik sebelum kedatangan Musa a.s. untuk menyeru mereka kepada agama Allah dan melepaskan mereka dari perbudakan Fir'aun, maupun sesudahnya. Ini menunjukkan kekerdilan jiwa dan kelemahan daya juang pada mereka.

[557] Maksudnya: Allah akan membalas perbuatanmu, yang baik dibalas dengan yang baik, dan yang buruk dibalas dengan yang buruk.

---suplemen---
Pada Dasarnya Islam Kedaulatan Sejagat

Abu Bakr dengan nalurinya sudah menyadari benar bahwa dasar Islam adalah kedaulatan sejagat. Seruannya tidak terbatas hanya pada golongan Arab, tetapi ajakan kebenaran ini ditujukan kepada seluruh umat manusia.

Sudah menjadi kewajiban setiap orang yang beriman kepada agama ini untuk berdakwah, menyampaikan ajarannya sebagai petunjuk-Nya dan rahmat. Dalam diri Rasulullah telah menyerukan dakwahnya kepada segala umat manusia yang terdiri dari berbagai warna kulit.

Biarkanlah mereka berjuang demi kebebasan berdakwah. Jangan memaksa siapapun dan jangan juga mau dirintangi dalam menyampaikan kebenaran yang sudah diperoleh itu. Hendaklah seluruh jagat ini menjadi arana dakwah kepada kebenaran, apa pun resiko yang akan menimpa diri mereka demi perjuangan di jalan Allah itu. Bila sampai mereka mati syahid, Allah jugalah yang akan memberi balasan.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:XXX)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, June 1, 2009

***7:128***

128. Musa berkata kepada kaumnya: "Mohonlah pertolongan kepada Allah dan bersabarlah; sesungguhnya bumi (ini) kepunyaan Allah; dipusakakan-Nya kepada siapa yang dihendaki-Nya dari hamba-hamba-Nya. Dan kesudahan yang baik adalah bagi orang-orang yang bertakwa."

---suplemen---
Pembaca yang sama-sama mengharap ridho Allah, cuplikan-cuplikan buku Islam yang saya pilih untuk dibagi adalah sebuat biografi Abu Bakr As-Siddiq yang dikarang oleh sastrawan terkenal Muhammad Husain Haekal.

Selamat menikmati...

Nabi Memilih Abu Bakr dalam hijrah dan shalat.

Dipilih Abu Bakr menemaninya ketika hijrah dan mengimani shalat menggantikannya, karena Abu Bakr muslim pertama yang beriman kepada Allah dan kepada Rasulullah, dan demi imannya itu pula dialah yang paling banyak berkorban. Sejak masuk Islam besar sekali hasratnya hendak membantu Nabi dalam berdakwah demi agama Allah dan membeli kaum Muslimin. Dia lebih mencintai Rasulullah daripada dirinya sendiri, mendampinginya selalu dalam setiap peristiwa. Di samping itu, di samping iman yang teguh, akhlaknya pun sudah mendekati kesempurnaan, cintanya begitu besar kepada orang lain, paling dekat dan akrab kepada meraka.

Jika demikian halnya, tidak heran bia Muslimin kemudian mengangkatnya sebagai pengganti Rasulullah. Memang, tidak heranlah dengan sikapnya itu ia membela Islam dan menyebarkan agama Allah di muka bumi ini. Dialah yang telah memulai sejarah lahirnya kedaulatan Islam, yang kemudian menyebar di timur dan di barat, ke India dan Tiongkok di Asia, ke Maroko dan Andalusia di Afrika dan Eropa, dan yang kemudian mengarahkan kebudayaan umat manusia ke suatu tujuaan, yang pengaruhnya di seluruh dunia masih terasa sampai sekarang.

(Diambil dari buku Abu Bakr As-Siddiq, Muhammad Husain Haekal:xvii-xviii)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, May 26, 2009

***7:127***

127. Berkatalah pembesar-pembesar dari kaum Fir'aun (kepada Fir'aun): "Apakah kamu membiarkan Musa dan kaumnya untuk membuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan meninggalkan kamu serta tuhan-tuhanmu?". Fir'aun menjawab: "Akan kita bunuh anak-anak lelaki mereka dan kita biarkan hidup perempuan-perempuan mereka; dan sesungguhnya kita berkuasa penuh di atas mereka".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 165: Tidak Menghadap Ke Arah Pintu Apabila Bertamu

Abdullah bin Busr ra. berkata, "Adalah Rasulullah SAW apabila mendatangi pintu suatu kaum, beliau tidak menghadapkan wajahnya ke arah pintu, melainkan ke arah sisi kanan atau kiri seraya mengucapkan assalamu'alaikum." (HR. Abu Daud)

Ini adalah suatu adab yang sangat tinggi dan santun dari pribadi seorang Rasulullah SAW ketika sedang bertamu.

Jangan sampai ketika pintu dibuka, tatapan mata kita langsung ke dalam rumah. Sehingga tamu pun melihat sesuatu yang tidak dikehendaki oleh tuan rumah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:484-486)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Demikianlah usai sudah cuplikan-cuplikan dari buku "165 Kebiasaan Nabi", semoga kita dapat mengambil manfaatnya dan diberikan kekuatan untuk menghidupkan kembali sunnah-sunnah yang sudah banyak ditinggalkan umat.

"Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku dikala rusaknya umatku, maka ia cinta kepadaku. Barang siapa yang cinta kepadaku maka ia akan bersamamu di surga"

semoga kita termasuk orang-orang yang mencintai dan dicintai Allah dan RasulNya. aamiin...

Monday, May 25, 2009

***7:126***

126. Dan kamu tidak menyalahkan kami, melainkan karena kami telah beriman kepada ayat-ayat Tuhan kami ketika ayat-ayat itu datang kepada kami". (Mereka berdo'a): "Ya Tuhan kami, limpahkanlah kesabaran kepada kami dan wafatkanlah kami dalam keadaan berserah diri (kepada-Mu)".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 164: Meninggalkan Sesuatu Di Tempat Duduknya Apabila Hendak Kembali Lagi

Abud Darda' ra berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau berdiri ketika sedang duduk bersama kami dan hendak kembali lagi; beliau mencopot kedua sandalnya atau bagian yang dikenakannya. Maka, para sahabat pun mengetahui hal itu sehingga mereka tetap ditempatnya." (HR. Abu Dawud)

Beberapa poin yang bisa kita jadikan catatan.

1. Nabi kurang suka memutuskan pembicaraan yang belum selesai, sehingga beliau merasa perlu kembali lagi ke tempat duduknya setelah menyelesaikan keperluannya.

2. Apabila beliau hendak kembali lagi ke majelis, beliau memberikan tanda kepada para sahabat bahwa beliau akan kembali lagi

3. Kedekatan para sahabat dengan Nabi, sehingga memahami kebiasaan beliau dan mengerti apa yang beliau inginkan dengan sesuatu yang ditinggalkan di tempat duduknya.

4. Penghormatan yang tinggi dari para sahabat kepada Rasulullah. Betapa mereka enggan meninggalkan majelis beliau manakala beliau masih ingin meneruskan.

5. Semangat sahabat yang menggebu dalam menuntut ilmu, sehingga mereka rela menunggu kedatangan nabi kembali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:481-483)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, May 24, 2009

***7:125***

125. Ahli-ahli sihir itu menjawab: "Sesungguhnya kepada Tuhanlah kami kembali.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 163: Berseri Wajahnya Jika Sedang Bergembira

Ka'ab bin Malik ra. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau sedang bergembira, wajahnya tampak berseri, sehingga seakan-akan seperti kepingan bulan purnama. Dan kami mengetahui hal tersebut darinya." (HR. Sahih Bukhari & Muslim)

Kurang tepat jika kita mendapat suatu kebahagiaan namum kita bersikap tenang-tenang saja tanpa ekspresi. Sebab, ini bisa menunjukkan kurangnya rasa syukur kita. Bagaimanapun juga, sekecil apapun kegembiraan yang kita rasakan, ini adalah nikmat dari Allah Ta'ala. Sudah sepatunya jika kita menampakkan rasa gembira itu di wajah kita seraya mengucapkan alhamdulillah, tanpa diiringi dengan sikap yang berlebihan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:478-480)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, May 19, 2009

***7:123-124***

123. Fir'aun berkata: "Apakah kamu beriman kepadanya sebelum aku memberi izin kepadamu?, sesungguhnya (perbuatan ini) adalah suatu muslihat yang telah kamu rencanakan di dalam kota ini, untuk mengeluarkan penduduknya dari padanya; maka kelak kamu akan mengetahui (akibat
perbuatanmu ini);

124. demi, sesungguhnya aku akan memotong tangan dan kakimu dengan bersilang secara bertimbal balik [555], kemudian sungguh-sungguh aku akan menyalib kamu semuanya."

[555] Maksudnya: tangan kanan dan kaki kiri dan sebaliknya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 162: Mengganti Nama Yang Jelek Dengan Nama yang Bagus

Dari Aisyah rha., ia berkata, "Bahwasanya Nabi SAW biasa mengganti nama yang jelek." (HR. At-Tirmidzi)

Hikmah yang bisa diambil adalah:
1. Mengganti nama yang telah diberikan orang tua bukanlah suatu hal yang tabu atau sikap yang dianggap tidak menghormatinya. Jika memang nama tersebut tidak bagus atau mempunyai arti yang tidak baik, mungkin dikarenakan ketidaktahuan orang tua atau sebab lain, maka tidak mengapa mengganti nama tersebut dengan nama yang lebih baik

2. Nama juga bisa bermakna sebagai doa atau harapan.

3. Tidak diperbolehkannya bagi kita untuk mengabaikan yang telah dikatakan atau ditetapkan oleh Rasulullah SAW. Sebab, apa yang telah ditetapkan beliau bagi kita, maka itulah yang terbaik.

Imam Abu Daud berkata, "Nabi SAW pernah mengganti nama AL-Ash, Aziz, Atalah, Syaithan, Al Hakam, Ghurab, Hubab, dan Syihab menjadi Hisyam. Beliau juga pernah mengganti nama Harb menjadi Salam, Al-Mudhthaji' menjadi Al-Munba'its, Afirah menjadi Khadhirah, Suku Adh-Dhalalah menjadi Suku Al-Huda, Bani Az-Ziniyah menjadi Bani Ar-Risydah, dan Bani Mugwiyah menjadi Bani Risydah."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:473-477)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, May 18, 2009

***7:121-122***

121. Mereka berkata: "Kami beriman kepada Tuhan semesta alam,
122. "(yaitu) Tuhan Musa dan Harun".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 161: Menyuruh Sesuai Kemampuan

Aisyah rha. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila beliau menyuruh mereka, beliau menyuruh mereka agar melakukan amal-amal sesuai dengan kemampuan mereka." (HR. Al-Bukhari)

Yang dimaksud dengan amalan-amalan disini yaitu amal idabah yang sifatnya sunnah, mustahabbah atau mandub, bukan yang hukumnya wajib.

Jika amal tersebut sifatnya sunnah, apa pun bentuk amalannya, baik itu shalat sunnah, puasa sunnah, membaca Al-Qur'an, berzikir, berinfak, bersedekah dan lain sebagainya, maka hendaknya dilakukan sebatas kemampuan saja. Sebab, bukan tidak mungkin jika melakukan amal ibadah diluar batas kemampuan, justru akan membawa mudharat, seperti sakit misalnya.

Selain itu Nabi khawatir jika dikemudian hari mereka tidak mampu terus memeliharanya. Sebab, Allah SWT menyukai amal ibadah yang dilakukan secara rutin dan terus menerus sebagaimana yang disebutkan dalam hadits shahih,

"Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang dilakukan secara rutin, meskipun sedikit."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:468-469)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, May 17, 2009

***7:120***

120. Dan ahli-ahli sihir itu serta merta meniarapkan diri dengan bersujud [554].

[554] Mereka terus bersujud kepada Allah karena meyakini kebenaran seruan Nabi Musa a.s. dan bukan ia ahli sihir sebagai yang mereka duga semula.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 160: Menyuruh Istrinya Memakai Kain Jika Ingin Menggaulinya Dalam Keadaan Haidh

Menggauli istri dalam keadaan haidh, haram hukumnya. Karena dalam Al-Qur'an. Allah SWT melarang seseorang menggauli istrinya yang sedang haidh. Yang dilarang Allah dalam ayat tersebut adalah menyetubuhi istri dengan penetrasi. Adapun bagian tubuh yang lain, maka tetap saja bersih dan tidak membawa penyakit. Sehingga dia tetap dapat melakukan hubungan suami istri dengan syarat tidak penetrasi.

"Dari Maimunah binti Al-Harits rha,bahwasanya Rasulullah SAW apabila hendak menggauli salah satu istrinya sementara ia sedang haidh, beliau menyuruhnya agar memakai kain. Kemudian beliau pun menggaulinya'." (HR. Imam Ahmad, Al-Bukhari, Muslim, ABu Daud, An-Nasa'i dan Ad-Darimi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:465-467)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, May 14, 2009

***7:118-119*** 118. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan. 119. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina. ---suplemen--- Kebiasaan Nabi ke 159: Bemusyawarah Jika Membicarakan Sesuatu Masalah Yang Penting "Bahwasanya Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat pada hari perang badar. Maka Abu Bakar menyampaikan pendapatnya, tetapi beliau berpaling darinya. Lalu Umar berbicara, namun beliau juga berpaling. Kemudian kaum Anshar berkata, 'Wahai Rasulullah, sebenarnya kamilah yang engkau kehendaki'. Miqdad bin Al-Aswad berkata, 'Wahai Rasulullah, demi Allah, sekiranya engkau memerintahkan kami untuk terjun ke laut, pasti akan kami lakukan'." (HR. Ahmad dan Muslim) (HR. At-Tirmidzi) (Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:463-464) Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:118-119***
118. Karena itu nyatalah yang benar dan batallah yang selalu mereka kerjakan.

119. Maka mereka kalah di tempat itu dan jadilah mereka orang-orang yang hina.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 159: Bemusyawarah Jika Membicarakan Sesuatu Masalah Yang Penting

"Bahwasanya Rasulullah SAW bermusyawarah dengan para sahabat pada hari perang badar. Maka Abu Bakar menyampaikan pendapatnya, tetapi beliau berpaling darinya. Lalu Umar berbicara, namun beliau juga berpaling. Kemudian kaum Anshar berkata, 'Wahai Rasulullah, sebenarnya kamilah yang engkau kehendaki'. Miqdad bin Al-Aswad berkata, 'Wahai Rasulullah, demi Allah, sekiranya engkau memerintahkan kami untuk terjun ke laut, pasti akan kami lakukan'." (HR. Ahmad dan Muslim)

(HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:463-464)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, May 12, 2009

***7:117***

117. Dan Kami wahyukan kepada Musa: "Lemparkanlah tongkatmu!". Maka sekonyong-konyong tongkat itu menelan apa yang mereka sulapkan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 158: Buang Air Kecil Dengan Jongkok

Aisyah rha. berkata, "Barangsiapa yang menceritakan kepada kalian bahwa Nabi SAW kencing sambil berdiri, maka janganlah kalian percaya. Beliau tidak pernah kencing kecuali sambil duduk'." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:462)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, May 11, 2009

***7:115-116***

115. Ahli-ahli sihir berkata: "Hai Musa, kamukah yang akan melemparkan lebih dahulu, ataukah kami yang akan melemparkan?"

116. Musa menjawab: "Lemparkanlah (lebih dahulu)!" Maka tatkala mereka melemparkan, mereka menyulap mata orang dan menjadikan orang banyak itu takut, serta mereka mendatangkan sihir yang besar (mena'jubkan).

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 157: Baru Mengangkat Pakaian Jika Telah Dekat Dengan Tanah Saat Buang Hajat

"Dari ibnu Umar ra, ia berkata, 'Bahwasanya Nabi SAW apabila hendak buang hajat, beliau tidak mengangkat pakaiannya hingga telah dekat dengan tanah'." (HR. Abu Dawud)

Ini adalah salah satu adab yang dicontohkan beliau dalam buang hajat. Beliau biasa mengangkat pakaiannya ketika telah berjongkok dan dekat dengan tanah. Hal ini untuk menghindari penglihatan orang dan tercipratnya najis.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:461)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, May 10, 2009

***7:113-114***

113. Dan beberapa ahli sihir itu datang kepada Fir'aun mengatakan: "(Apakah) sesungguhnya kami akan mendapat upah, jika kamilah yang menang?"

114. Fir'aun menjawab: "Ya, dan sesungguhnya kamu benar-benar akan termasuk orang-orang yang dekat (kepadaku)".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 156: Berdiri Apabila Melihat Iringan Jenazah

Rasulullah SAW bersabda,

"Apabila kalian melihat Jenazah, maka berdirilah hingga jenazah tersebut melalui kalian."

Jabir bin Abdillah ra menceritakan, bahwa suatu hari, ketika sedang duduk-duduk, lewat iringan jenazah di hadapa mereka. Maka Nabi pun berdiri menghormatinya dan para sahabat juga turut berdiri bersama beliau. Kemudian ada sahabat yang mengatakan kepada beliau, bahwa itu adalah jenazah seorang Yahudi. Lalu beliau bersabda, "Bukankan dia manusia juga?"

Para ulama mengatakan bahwa hakekatnya dari berdiri itu menganggungkan Allah Ta'ala yang mencabut jiwa si mayit tersebut.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:458-460)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, May 6, 2009

***7:109-112***

109. Pemuka-pemuka kaum Fir'aun berkata: "Sesungguhnya Musa ini adalah ahli sihir yang pandai,

110. yang bermaksud hendak mengeluarkan kamu dari negerimu".(Fir'aun berkata): "Maka apakah yang kamu anjurkan?"

111. Pemuka-pemuka itu menjawab: "Beri tangguhlah dia dan saudaranya serta kirimlah ke kota-kota beberapa orang yang akan mengumpulkan(ahli-ahli sihir),

112. supaya mereka membawa kepadamu semua ahli sihir yang pandai".

Tuesday, May 5, 2009

***7:108***

108. Dan ia mengeluarkan tangannya, maka ketika itu juga tangan itu
menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 155: Tidak Bohong Dalam Bergurau

Abu Hanifah ra. meriwayatkan bahwasanya para sahabat bertanya kepada Rasulullah SAW, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau suka mencandai kami. Beliau bersabda, 'Sesungguhnya aku tidak berkata kecuali yang benar.'" (HR. Ahmad & At-Tirmidzi)

Nabi adalah seorang yang luwes dan tidak kaku dalam pergaulannya. Baliau sangat akrab bersama para sahabat dan tak jarang beliau mengajak mereka bergurau. Dan terkadang sababat yang mencandai beliau.

Dan sudah seharusnya kita menghindari bohong, sekalipun dalam bergurau.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:456-457)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, May 4, 2009

***7:106-107***

***7:106-107***
106. Fir'aun menjawab: "Jika benar kamu membawa sesuatu bukti, maka datangkanlah bukti itu jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang benar".

107. Maka Musa menjatuhkan tongkat-nya, lalu seketika itu juga tongkat itu menjadi ular yang sebenarnya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 154: Memilih Waktu Yang Tepat Dalam Menasehati

"Dari Abdullah bin Mas'ud ra., ia berkata, 'Sesungguhnya Rasulullah SAW memilih waktu yang tepat untuk menasehati kami dalam beberapa hari, dikarenakan takut membosankan kami.'" (HR. Sahih Bukhari & Muslim)

Nabi tidak terus menerus memberikan pelajaran dan wejangan kepada para sahabat setiap saat. Khawatir jika membuat mereka bosan dengan apa yang beliau sampaikan, sementara mereka tidak akan mungkin protes kepada beliau.

Jadi, seyogyanya seorang ustadz atau pembimbing agama, mesti pintar-pintar memilih waktu yang tepat untuk menyampaikan ceramahnya kepada umat agar tidak membuat mereka bosan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:454-455)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, May 3, 2009

***7:104***

104. Dan Musa berkata: "Hai Fir'aun, sesungguhnya aku ini adalah seorang utusan dari Tuhan semesta alam,

105. wajib atasku tidak mengatakan sesuatu terhadap Allah, kecuali yang hak. Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa bukti yang nyata dari Tuhanmu, maka lepaskanlah Bani Israil (pergi) bersama aku".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 153: Berubah Warna Mukanya Jika Tidak Menyukai Sesuatu

Abu Sa'id ra berkata, "Apabila Rasulullah SAW tidak menyukai sesuatu, kami mengetahuinya dari wajahnya." (HR. Muslim & Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:453)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, April 22, 2009

***7:103***

103. Kemudian Kami utus Musa sesudah rasul-rasul itu dengan membawa ayat-ayat Kami kepada Fir'aun [553] dan pemuka-pemuka kaumnya, lalu mereka mengingkari ayat-ayat itu. Maka perhatikanlah bagaimana akibat orang-orang yang membuat kerusakan.

[553] Fir'aun adalah gelar bagi raja-raja Mesir purbakala. Menurut sejarah, Fir'aun di masa Nabi Musa a.s. ialah Menephthah (1232-1224 S.M.) anak dari Ramses.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 152: Sangat Marah Jika Hukum Allah Dilanggar Namum Tidak Marak Jika Dirinya Disakiti

Aisyah rha. berkata, "Rasulullah SAW tidak pernah marah jika disakiti. Tetapi jika hukum Allah dilanggar, maka beliau akan marah karena Allah Ta'ala." (HR. Muslim)

Beliau pernah dilempar batu hingga berdarah, pernah diludahi, pernah dilempar kotoran, dikatakan gila, pendusta, tukang sihir, dan sebagainya. Bahkan beliau juga pernah hampir dibunuh. Namum semua itu beliau hadapi dengan sabar dan ikhlas.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:449-450)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 20, 2009

***7:102***



102. Dan Kami tidak mendapati kebanyakan mereka
memenuhi janji. Sesungguhnya Kami mendapati kebanyakan mereka
orang-orang yang fasik.



---suplemen---

Kebiasaan Nabi ke 151: Pergi Ke Masjid Quba Setiap Sabtu



Ibnu
Umar ra. berkata, "Nabi SAW biasa pergi ke masjid Quba setiap sabtu,
dengan jalan kaki dan berkendaraan." (Al-Lu'lu' wa Al-Marjan 2/88,
hadits no 883)



Demikian hal ini termasuk kebiasaan beliau yang
sulit diikuti sebagian umatnya yang tinggal jauh dari Quba. Dan setiap
Sabtu, Ibnu Umar selalu pergi ke sana, meniru apa yang biasa dilakukan
Nabi.



(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:447)

Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, April 19, 2009

***7:101***

101. Negeri-negeri (yang telah Kami binasakan) itu, Kami ceritakan sebagian dari berita-beritanya kepadamu. Dan sungguh telah datang kepada mereka rasul-rasul mereka dengan membawa bukti-bukti yang nyata, maka mereka (juga) tidak beriman kepada apa yang dahulunya mereka telah mendustakannya. Demikianlah Allah mengunci mata hati orang-orang kafir.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 150: Turut Mengerjakan Pekerjaan Rumah

Al Aswad bin Yazid pernah bertanya kepada Aisyah rha. tentang apa yang biasa dilakukan Nabi di rumah. Aisyah menjawab, "Beliau turut membantu pekerjaan keluarganya. Dan apabila datang waktu shalat, beliau segera pergi shalat." (HR.Al-Bukhari)

Membantu pekerjaan istri di rumah bukan suatu aib bagi laki-laki. Bahkan ini merupakan sebuah kesempurnaan seorang suami yang ringan tangan bersedia membantu istri. Bagaimana seorang muslim akan mengatakan aib, sementara Rasulullah SAW melakukannya?

Namum demikian, perlu dicatat, bahwa bukan berarti seorang suami harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah. Melainkan sesuai kebutuhan dan yang bisa dia lakukan. Karena, selain kemampuan dan waktu suami yang terbatas untuk melakukan semua itu, sejatinya yang bertanggung jawab masalah 'kerumahan' adalah seorang istri.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:445-446)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, April 15, 2009

***7:100***

100. Dan apakah belum jelas bagi orang-orang yang mempusakai suatu negeri sesudah (lenyap) penduduknya, bahwa kalau Kami menghendaki tentu Kami azab mereka karena dosa-dosanya; dan Kami kunci mati hati mereka sehingga mereka tidak dapat mendengar (pelajaran lagi)?

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 149: Mengulang Salam Hingga Tiga Kali

Anas bin Malik ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW apabila memberi salam, beliau mengucapkannya tiga kali." (HR. Al-Bukhari & At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:443)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, April 14, 2009

***7:99***

99. Maka apakah mereka merasa aman dari azab Allah (yang tidak terduga-duga)? Tiada yang merasa aman dan azab Allah kecuali orang-orang yang merugi.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Senang Menyimpan Harta Dan Selalu Memberi Jika Ada Yang Meminta

Abu Sa'id Al-Khudri ra, menceritakan, bahwa ada sejumlah orang dari kaum Anshar yang datang meminta sesuatu kepada Rasulullah SAW, dan beliau memberi apa yang mereka minta. Kemudian ada lagi diantara mereka yang datang kepada beliau, dan beliau pun juga memberinya. Demikian, sehingga habislah apa yang beliau miliki. Lalu beliau bersabda,

"Apa yang aku miliki dari kebaikan, maka aku tidak akan menyimpannya dari kalian." (Mutafaq Alaih)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:441)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 13, 2009

***7:97-98***

97. Maka apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur?

98. Atau apakah penduduk negeri-negeri itu merasa aman dari kedatangan siksaan Kami kepada mereka di waktu matahari sepenggalahan naik ketika mereka sedang bermain?

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 147: Tidak Suka Berbincang-bincang Setelah Isya'

Abu Barzah Al-Aslami ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW suka mengakhirkan Isya', tidak menyukai tidur sebelumnya, dan berbincang-bincang setelahnya." (HR. Al-Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:440)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, April 7, 2009

***7:96***

96. Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 146: Tidak Datang Ke Rumah Pada Waktu Malam Melaikan Pada Pagi Dan Sore Hari

Dari Anas bin Malik ra. berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW tidak mendatangi keluarganya pada malam hari. Dan beliau mendatangi mereka pada pagi dan sore." (HR. Sahih Bukhari & Muslim)

Yang dimaksud "Keluarga" dalam hadits di atas adalah istri-istri beliau. Namum, meskipun yang disebutkan hanya keluarga, bukan berarti hal ini tidak berlaku bagi orang lain. Bahkan, jika terhadap keluarga saja beliau tidak mau mengganggu mereka dengan mengetuk pintu pada malam hari, tentu terhadap orang lain pun beliau lebih tidak mau lagi. Karena bagaimanapun juga, bertamu pada malam hari akan mengganggu ketenangan meraka atau menyita waktu istirahatnya. Dan, akhlak seperti ini teramat jauh bagi seorang Nabi yang mulia.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:438-439)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, April 6, 2009

***7:95***

95. Kemudian Kami ganti kesusahan itu dengan kesenangan hingga keturunan dan harta mereka bertambah banyak, dan mereka berkata: "Sesungguhnya nenek moyang kamipun telah merasai penderitaan dan kesenangan", maka Kami timpakan siksaan atas mereka dengan sekonyong-konyong sedang mereka tidak menyadarinya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 145: Bersujud Tilawah Jika Membaca Ayat Sajdah

Ibnu Umar ra meriwayatkan, "Ketika Rasulullah SAW membacakan Al-Qur'an kepada kami dan melalui surat sajdah, maka beliau langsung takbir lalu bersujud. Dan kamipun ikut bersujud bersama beliau". (HR. Abu Daud)

Demikian, Rasulullah SAW biasa melakukan sujud tilawah apabila membaca ayat sajdah. Dan, karena yang mencontohkan para sahabat dengan bersujud bersama beliau, maka bagi yang mendengar ayat sajdah, disunnahkan untuk bersujud tatkala mendengar ayat sajdah dibaca.

Tentang keutamaannya, Abu Hurairah ra meriwayatkan "Apabila anak adam membaca ayat sajdah lalu ia bersujud, setan akan menyingkir dan berkata, 'Celaka aku, anak Adam disuruh sujud dan ia mau bersujud, maka ia mendapat surga. Sedangkan aku siduruh bersujud tapi aku menolak, maka aku pun mendapat neraka'." (HR. Muslim dan Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:435-436)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, April 5, 2009

***7:94***

94. Kami tidaklah mengutus seseorang nabipun kepada sesuatu negeri, (lalu penduduknya mendustakan nabi itu), melainkan Kami timpakan kepada penduduknya kesempitan dan penderitaan supaya mereka tunduk dengan merendahkan diri.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Kabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan khabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, April 2, 2009

***7:93***

93. Maka Syu'aib meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku, sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat-amanat Tuhanku dan aku telah memberi nasehat kepadamu. Maka bagaimana aku akan bersedih hati terhadap orang-orang yang kafir?"

---suplemen---

Kebiasaan Nabi ke 144: Bersujud Syukur Jika Mendapat Khabar Gembira

Bersujud dikarenakan bersyukur kepada Allah disebut dengan sujud syukur. Dan Rasulullah SAW selalu melakukan sujud syukur apabila mendapat suatu kabar gembira. Sebagaimana yang dikisahkan Abu Barkah ra dalam hadits berikut,

"Bahwasanya Nabi SAW, apabila datang kepadanya suatu perkara yang menggembirakan atau mendapatkan kabar gembira, beliau langsung bersyukur sujud, bersyukur kepada Allah." (HR. Abu Daud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:432-433)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:91***

91. Kemudian mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di dalam rumah-rumah mereka,

92. (yaitu) orang-orang yang mendustakan Syu'aib seolah-olah mereka belum pernah berdiam di kota itu; orang-orang yang mendustakan Syu'aib mereka itulah orang-orang yang merugi.

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 143: Selalu Memilih Yang Lebih Mudah

"Dan dari Aisyah r.a, ia berkata, 'Apabila Rasulullah SAW disuruh memilih dua perkara, niscaya beliau memilih yang lebih mudah diantara keduanya, selama itu tidak dosa. Adapun jika ada dosa, maka beliau adalah orang yang palng jauh dari dari dosa'." (HR. Sahih Bukhari)

Ini adalah manhaj beliau dalam dakwah dan pengajarannya, beliau tidak ingin mempersulit umatnya. Beliau ingin umatnya mudah dan ringan dalam menjalankan syariat agamanya, beliau ingin membuat mereka bergembira dan tidak ingin membuat mereka lari ketakutan dari ajaran Islam.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:429-430)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 30, 2009

***7:90***

90. Pemuka-pemuka kaum Syu'aib yang kafir berkata (kepada sesamanya): "Sesungguhnya jika kamu mengikuti Syu'aib, tentu kamu jika berbuat demikian (menjadi) orang-orang yang merugi".

---suplemen---
Kebisaaan Nabi ke 142: Tidak Pernah Menolak Hadiah

Hadiah adalah sesuatu pemberian yang diberikan seseorang kepada orang lain tanpa mengharapkan balasan selain karena sayang dan perhatian dari orang yang memberikan hadiah pada orang yag diberi hadiah. Dan Allah Swt mensyariatkan hadiah seperti ini untuk menyatukan hati sesama keluarga seiman seagama dan untuk menguatkan rasa kasih sayang di antara mereka.

Rasulullah Saw. bersabda, "Saling memberi hadiahlah kalian, karena hadiah dapat menghilangkan rasa permusuhan dalam dada." (HR. Ahmad dan At-Tirmindzi)

"Barangsiapa yang diberi sesuatu tanpa diminta, hendaklah ai menerimanya. Karena itu adalah rezeki yang diberikan Allah kepadanya." (HR. Ahmad)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:427-428)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 24, 2009

***7:89***

89. Sungguh kami mengada-adakan kebohongan yang benar terhadap Allah, jika kami kembali kepada agamamu, sesudah Allah melepaskan kami dari padanya. Dan tidaklah patut kami kembali kepadanya, kecuali jika Allah, Tuhan kami menghendaki(nya). Pengetahuan Tuhan kami meliputi segala sesuatu. Kepada Allah sajalah kami bertawakkal. Ya Tuhan kami, berilah keputusan antara kami dan kaum kami dengan hak (adil) dan Engkaulah Pemberi keputusan yang sebaik-baiknya.

---suplemen---
Kebisaaan Nabi ke 141: Tidak Menolak Jika Diberi Minyak Wangi

Wewangian adalah makanan bagi ruh. Wewangian dapat membuat ruh menjadi lebih kuat, laksana makanan dan minuman yang dikonsumsi oleh tubuh. Wewangian juga bermanfaat untuk menjaga kesehatan tubuh, mencegah terserang penyakit, dan dapat menyebabkan kekuatan alami dikarenakan minyaknya dan bau wanginya.

Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, 'Bahwasanya Nabi Saw tidak pernah menolak minyak wangi'." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:425-426)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 23, 2009

***7:88***

88. Pemuka-pemuka dan kaum Syu'aib yang menyombongkan dan berkata: "Sesungguhnya kami akan mengusir kamu hai Syu'aib dan orang-orang yang beriman bersamamu dari kota kami, atau kamu kembali kepada agama kami". Berkata Syu'aib: "Dan apakah (kamu akan mengusir kami), kendatipun kami tidak menyukainya?"

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 140: Menutup Mulut Dan Merendahkan Suara Apabila Bersin

"Dari Abu Hurairah ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah Saw apabila bersin, beliau meletakan tangannya atau pakaiannya di mulutnya, dan beliau merendahkan suaranya'." (HR. Abu Dawud)

Islam mengatur masalah yang tampaknya sepele ini, meskipun sebenarnya cukup penting. Karena jika yang bersin mengidap penyakit parah yang berbahaya, yang penyakitnya bisa menular melalui air ludah, maka tentu soal sepele ini menjadi besar.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:422-421)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 19, 2009

***7:87***

87. Jika ada segolongan daripada kamu beriman kepada apa yang aku diutus untuk menyampaikannya dan ada (pula) segolongan yang tidak beriman, maka bersabarlah, hingga Allah menetapkan hukumnya di antara kita; dan Dia adalah Hakim yang sebaik-baiknya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 139: Selalu Mendahulukan Yang Kanan

Disukai mendahulukan sebelah kanan pada setiap perbuatan yang baik. Seperti misalnya wudhu, mandi janabah, tayammum, mengenakan pakaian, memakai sandal/sepatu, masuk masjid, bersiwak, memakai celak, memotong kuku, mencukur kumis, mencabut bulu ketiak, memotong rambut kepala, mengucap salam diakhir shalat, makan, minum, bersalaman, mengusap hajar aswad, keluar dari kamar mandi, mengambil sesuatu, memberi dsb.

Disukai mendahulukan sebelah kiri untuk hal-hal yang sebaliknya. Misalnya: membuang ingus/ludah ke sebelah kiri, masuk kamar mandi, keluar dari masjid, keluar dari rumah, melepaskan sandal/sepatu, serta pakaian/celana, istinja, membersihkan hadats, dsb.

Aisyah ra. berkata, "Adalah Nabi Saw, beliau senang mendahulukan sebelah kanan dalam semua urusannya. Dalam bersucinya, bersisirnya dan memakai sandalnya." (HR. Sahih Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:419-420)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, March 18, 2009

***7:86***

86. Dan janganlah kamu duduk di tiap-tiap jalan dengan menakut-nakuti dan menghalang-halangi orang yang beriman dari jalan Allah, dan menginginkan agar jalan Allah itu menjadi bengkok. Dan ingatlah di waktu dahulunya kamu berjumlah sedikit, lalu Allah memperbanyak jumlah kamu. Dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 138: Mengulangi Perkataan Hingga Tiga Kali dan Berbicara Dengan Suara Yang Jelas

"Dari Anas bin Malik ra., ia berkata, 'Bahwasanya Nabi SAW apabila berbicara suatu kalimat, beliau mengulangi hingga tiga kali sampai dipahami perkataannya'." (HR. Al-Bukhari)

Islam yang disampaikan Nabi merupakan hal yang baru sejak melewati masa jahiliah. Sehingga untuk hal-hal yang baru seperti ini, Nabi mengulanginya hingga tiga kali agar para sahabat dapat memahami apa yang beliau inginkan.

Dikarenakan ingin agar apa yang disampaikan mudah ditangkap, Nabi berbicara dengan suara yang jalas dan tegas, sehingga mudah didengar serta dipahami.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:417-418)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 12, 2009

***7:85***

85. Dan (Kami telah mengutus) kepada penduduk Mad-yan saudara mereka, Syu'aib. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang kepadamu bukti yang nyata dari Tuhanmu. Maka sempurnakanlah takaran dan timbangan dan janganlah kamu kurangkan bagi manusia barang-barang takaran dan timbangannya, dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi sesudah Tuhan memperbaikinya. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika betul-betul kamu orang-orang yang beriman".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 137: Selalu Mengingat Allah Di Setiap Waktu

"Dari Aisyah rha, ia berkata, 'Adalah Rasulullah Saw senantiasa mengingat Allah Azza wa Jalla di setiap waktunya.'" (HR. Muslim)

Dalam sebuat hadits qudsi disebutkan firman Allah, "Aku bersama sangkaan hamba-ku kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia menyebut-Ku. Maka apabila dia menyebut-Ku dalam hatinya, Aku pun akan menyebutnya dalam hati-Ku, Dan jika dia menyebut-Ku di tengah orang banyak, maka Aku akan menyebutnya di tengah orang banyak yang lebih baik dari mereka."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:415-416)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 10, 2009

***7:83-84***

83. Kemudian Kami selamatkan dia dan pengikut-pengikutnya kecuali isterinya; dia termasuk orang-orang yang tertinggal (dibinasakan).

84. Dan Kami turunkan kepada mereka hujan (batu); maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 135: Berdoa Jika Bertiaup Angin Kencang.

Aisyah ra. berkata, "Apabila bertiup angin kencang, Nabi Saw membaca 'Allaahumma innii as'aluka khairaha wa khaira maa fiihaa, wa khaira maa ursilat bih. Wa a'uudzu bika min syarriha wa syarri maa fiihaa, wa syarri maa ursilat bih'." (HR. Muslim)

Abu Hurairah ra. menuturkan, bahwa dia pernah mendengar Rasulullah bersabda, "Angin termasuk bagian rahmat Allah yang datang membawa kebaikan dan terkadang membawa bencana. Maka apabila kalian melihatnya, jangan mencelanya. Tapi mintalah kebaikan kepada Allah dan berlindung kepada-Nya dari dampaknya yang buruk." (HR. Abu. Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:411-412)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 9, 2009

***7:82***

82. Jawab kaumnya tidak lain hanya mengatakan: "Usirlah mereka (Luth dan pengikut-pengikutnya) dari kotamu ini; sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang berpura-pura mensucikan diri."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 135: Berdoa Jika Takut Pada Suatu Kaum Dan Saat Bertemu Musuh

Pada hakekatnya, Rasulullah Saw. tidak pernah takut kepada siapa pun selain kepada Allah semata. Akan tetapi, beliau adalah seorang utusan Allah yang mengemban amanat risalah, beliau ingin agar risalah mulia tersebut dapat disampaikan kepada seluruh penghuni bumi. Sekalipun dalam menyempaikan risalah, banyak sekali tantangan yang beliau hadapi. Diantaranya adalah menghadapi musuh di medan perang. Dalam kondisi demikian, terkadang beliau takut sekiranya musuh mengalahkan kaum muslimin, kemudian tidak ada lagi orang Islam yang menyebarkan risalah Allah.

Abu Musa ra. berkata, "Bahwasanya Nabi Saw., apabila takut pada suatu kaum, beliau membaca 'Allaahumma innaa naj'aluka fii nuhuurihim, wa na'uudzu bika min syuruurihim'." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:409-410)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, March 5, 2009

***7:81***

81. Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 134: Memanjatkan Doa Di Saat Sulit

Ibnu Abbas ra. berkata, "Adalah Nabi Saw., pada saat sulit beliau membaca 'Laa ilaaha illallaahul 'azhiimul haliim, laa ilaaha illallaahu rabbus samaawaati wal ardhi wa rabbul 'arsyil 'azhiim'." (HR Ibnu Majah & Ahmad)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:407-408)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, March 4, 2009

***7:80***

80. Dan (Kami juga telah mengutus) Luth (kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu [551], yang belum pernah dikerjakan oleh seorangpun (di dunia ini) sebelummu?"

[551] Perbuatan faahisyah di sini ialah: homosexuil sebagaimana diterangkan dalam ayat 81 berikut.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 133: Berdoa Jika Melihat Bulan

"Bahwasanya Nabi Saw., apabila melihat bulan, beliau membaca 'Allaahumma ahlilhu 'alainaa bil yummi wal iimaani was salaamati wal islaam, rabbii wa rabbukallaah, hilaalu rusydin wa khair'." (HR. At-Tirmidzi)

Doa lain yang juga dibaca Nabi, yang artinya.

"Allah mahabesar. Ya Allah, jadikanlah bulan ini menerangi kami dengan berkah dan keimanan, kesalamatan dan Islam, serta bimbingan untuk melakukan amal yang disukai dan diridhai Tuhan kami. Tuhan kami dan Tuhanmu adalah Allah." (HR. Ad-Darimi, Ibnu Hibban dan Ath-Thabarani)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:405-406)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, March 3, 2009

***7:78-79***

78. Karena itu mereka ditimpa gempa, maka jadilah mereka mayat-mayat yang bergelimpangan di tempat tinggal mereka.

79. Maka Shaleh meninggalkan mereka seraya berkata: "Hai kaumku sesungguhnya aku telah menyampaikan kepadamu amanat Tuhanku, dan aku telah memberi nasehat kepadamu, tetapi kamu tidak menyukai orang-orang yang memberi nasehat".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 132: Berdoa Jika Merasa Sakit

Aisyah rha. menuturkan hal ini, "Apabila Nabi Saw. mengeluh sakit, beliau membaca al-mu'awwidzat untuk dirinya dan meniupnya. Dan manakala sekit beliau bertambah parah. aku membacakannya untuk beliau lalu aku usap dengan tangannya, mengharapkan barakahnya." (HR. Malik, Abu Dawud dan Ibnu Majah)

Al-mu'awwidzat adalah tiga surat terakhir Al-Qur'an, yaitu surat Al-Iklas, Al-Falaq dan An-Nas.

Masih dari Aisyah juga, ia berkata, "Adalah Rasulullah Saw. apabila ada seorang anggota keluarga yang sakit, beliau meniupkan al mu'awwidzat kepadanya." (HR. Muslim)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:403-404)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, March 2, 2009

***7:77***

77. Kemudian mereka sembelih unta betina itu, dan mereka berlaku angkuh terhadap perintah Tuhan. Dan mereka berkata: "Hai Shaleh, datangkanlah apa yang kamu ancamkan itu kepada kami, jika (betul) kamu termasuk orang-orang yang diutus (Allah)".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 131: Berdoa Jika Memakai Pakaian Baru

Abu Sa'id Al-Khudri ra berkata, "Adalah Rasulullah Swt., apabila memakai pakaian baru, beliau membaca 'Alloahumma lakal hamdu anta kasawtaniih, as 'aluka wa khaira maa shuni'alah. Wa a'uudzu bika min syarrihii wa syarri maa shuni'alah'." (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Pakaian baru disini, tidak hanya terbatas pada baju atau celana saja. Tetapi ia juga mencakup segala pakaian yang biasa dikenakan manusia di badannya. Misalnya: sarung, sorban, jaket, kerudung, mukena dsb.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:401-402)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 25, 2009

***7:75***

75. Pemuka-pemuka yang menyombongkan diri di antara kaumnya berkata kepada orang-orang yang dianggap lemah yang telah beriman di antara mereka: "Tahukah kamu bahwa Shaleh di utus (menjadi rasul) oleh Tuhannya?". Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami beriman kepada wahyu, yang Shaleh diutus untuk menyampaikannya".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 129: Membaca Doa Saat Keluar Rumah

Ummu Salamah ra. berkata, "Bahwasanya Nabi SAW apabila keluar dari rumahnya. beliau membaca, 'bismillaahi tawakkaltu 'alallaah, allaahumma innii a'uudzu bika min an adhilla aw udhalla, aw azilla aw uzalla, aw azhlima aw uzhlama, aw ajhala aw yujhala 'alayya'." (HR. Abu Dawud & At-Tirmidzi)

Rasulullah SAW menyerahkan segala urusannya kepada Allah setelah didahului ikhtiar:
1. Jangan sampai tersesat atau disesatkan dari hidayah
2. Tergelincir atau digelincirkan dari berbuat dosa
3. Menzhalimi atau dizhalimi
4. Bodoh atau dibodohi

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:395-396)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 18, 2009

***7:74***

74. Dan ingatlah olehmu di waktu Tuhan menjadikam kamu pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah kaum 'Aad dan memberikan tempatbagimu di bumi. Kamu dirikan istana-istana di tanah-tanahnya yang datar dan kamu pahat gunung-gunungnya untuk dijadikan rumah; maka ingatlah nikmat-nikmat Allah dan janganlah kamu merajalela di muka bumi membuat kerusakan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 128: Membaca Doa Di Akhir Majlis

Manakala Nabi SAW telah selesai menyampaikan apa yang ingin beliau sampaikan dan hendak berdiri meninggalkan majlis, beliau biasa membaca doa penutup majlis. Sebagaimana yang diriwayatkan Abu Barzah ra.,

"Adalah Rasulullah SAW pada masa akhir hidupnya, apabila hendak berdiri dari majlis, beliau membaca, 'Subhaanakal-laahumma wa bihamdik, asyhadu alla ilaaha illaa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik'." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:392-393)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, February 17, 2009

***7:73***

73. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum Tsamud saudara mereka Shaleh. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain-Nya. Sesungguhnya telah datang bukti yang nyata kepadamu dari Tuhammu. Unta betina Allah ini menjadi tanda bagimu, maka biarkanlah dia makan di bumi Allah, dan janganlah kamu mengganggunya dengan gangguan apapun, (yang karenanya) kamu akan ditimpa siksaan yang pedih."

---suplemen---
Abu Hurairah ra. berkata, "Adalah Rasulullah SAW, apabila datang waktu pagi beliau membaca, 'Allaahumma bika ashbahnaa wa bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuut wa ilaikal mashiir.' Dan apabila masuk waktu sore beliau membaca, ' Allaahumma bika amsaynaa wa bika nahyaa wa bika namuut wa ilaikan nusyuur'. " (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

Kedua doa yang terdapat dalam hadits ini, adalah doa yang biasa dibaca Rasulullah SAW setiap hari dan sore. Atau lebih tepatnya setelah menunaikan sholat subuh dan ashar. Meskipun bisa juga dibaca kapan saja selama masih dalam waktu pagi dan sore, tidak mesti setelah shalat.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:388-390)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, February 16, 2009

***7:72***

72. Maka kami selamatkan Hud beserta orang-orang yang bersamanya dengan rahmat yang besar dari Kami, dan Kami tumpas orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, dan tiadalah mereka orang-orang yang beriman.


---suplemen---
Fatimah binti Qais ra. berkata, "Apabila Rasulullah SAW masuk masjid, beliau membaca salawat dan salam atas dirinya, lalu membaca, 'Robbighfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba rahmatik'. Dan apabila keluar dari masjid beliau membaca salawat dan salam atas dirinya, lalu membaca, 'Robbighfirlii dzunuubii waftah lii abwaaba fadhlik'."

Dalam hal ini, kita bisa meniru doa yang biasa dibaca beliau, dimana doa tersebut mengandung bacaan salawat dan salam atas Rasulullah SAW. Namun bisa juga kita membaca doa lain yang juga biasa beliau baca manakala masuk dan keluar masjid.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:385-386)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, February 15, 2009

Tur Dakwah Keliling Dunia 40 Hari

By Republika Newsroom
Kamis, 12 Februari 2009 pukul 13:26:00

CHILLA: Setiap tahun, muslim berkumpul di Dhaka sebelum bersiap melakukan misi dakwah keliling dunia 40 hari

DHAKA — Seperti halnya tiap tahun, kali ini Mohmmed Fauzia pun tengah mempersiapkan diri untuk ''chila", atau perjalanan dakwah spiritual yang akan membawanya berkeliling dunia untuk mempromosikan Islam.

"Saya selalu melakukan yang terbaik untuk bergabung dalam chilla dan menyampaikan Islam di penjuru dunia," ujar teknisi asli Malaysia itu,

Mohammed, 44 tahun telah berpartisipasi dalam perjalanan chilla--kata yang diadopsi dari bahasa Persia, 'chihli' yang berarti empat puluh--selama 15 tahun.

"Saya telah berpergian ke bermacam negara seperti Australi, Thailand, Pakistan, dan India," tuturnya. Ia sendiri berada di ratusan ribu Muslim yang datang di Bishwa Ijtima, Pertemuan Muslim Dunia yang diselenggarakan bukan lalu di Dhaka--acara yang diorganisasi oleh Tablig-e-Jamaat, grup Islam non politik di Bangladesh.

Pertemuan tiga hari, yang membawa sekitar 10 ribu muslim dari 108 negara itu, ditambah ratusan ribu Muslim di Bangladesh, memfokuskan diri pada cara menyebarkan pesan-pesan Islam ke penjuru dunia.

Setelah pertemuan, ratusan ribu muslim tersebut berkumpul di Masjid Kakrail Tablig-e-Jamaat di Dhaka untuk menyatakan keinginan bergabung dengan misi chilla.

Lalu mengapa chilla? Rupanya itu berkaitan dengan misi penyebaran agama. Partisipan yang menyatakan diri bergabung biasanya terbagi dalam grup-grup berisi masing-masing 10 - 20 orang pendakwah, dan mereka akan melakukan perjalanan berkeliling dunia menyebarkan pesan Islam tepat selama 40 hari.

Setiap muslim memiliki tanggung jawab untuk berdakwah," ujar Erfan Ibrahim menyatakan keyakinanannya. Ia adalah guru dari Afrika Selatan yang juga ikut dalam kerumunan pertemuan di luar masjid Kakrail untuk bergabung di misi dakwah.

Didirikan pada 1920 oleh ulama India, Tablig-e-Jamaat, telah menjadi organisasi Islam non-politik Internasional yang mempromosikan perkembangan spritual Islam.

"Kami telah melakukan pekerjaaan dakwah dengan Tablig-e-Jamaat ini untuk membawa pesan kedamaian ke dunia," ujar seorang pengusaha Pakistan yang juga bergabung memimpin dakwah di negaranya. "Kami sangat gembira bergabung di dalamnya,"

Tak dipungkiri, para peserta yang telah menyatakan kesanggupannya melakukan chilla memberi dampak positif baik bagi orang lain maupun diri mereka sendiri. "Tujuan utama kami terlibat kegiatan ini adalah juga untuk membersihkan diri sendiri," ujar Abdul Jamal, asal Malaysia yang juga ikut beragabung dalam misi tersebut.

Sementara bagi yang lain, perjalanan dakwah ini membantu mempromosikan pesan Islam. "Kami harus menyebarkan Islam ke dunia" ujar Abdul. Ia menambahkan yang membuatnya semakin bersemangat, sejak pertama kali bergabung dalam misi dakwah ia telah melihat betapa banyak orang di dunia mengaku menemukan kedamaian dalam Islam

Abdur Rahman, dari Russia pun meyakini jika misi dakwah adalah hal esensi yang perlu dilakukan di saat Muslim diletakkan di bawah mikroskop, ditelisik sedemikian rupa dan keyakinan mereka dilabeli stereotip negatif.

Ia sendiri menyatakan di negaranya, upaya tersebut membawa pengaruh positif berkepanjangan, kini setiap tahun, lebih dari 200 orang memeluk agama Islam di Moskow.

"Orang-orang Rusia terbiasa berpikir jika Islam adalan agama terkait erat teroris dan Muslim adalah pembunuh. Namun mereka kini memahami jika Islam adalah agama pemimpin dan Muslim adalah orang-orang cinta damai./iol/it

***7:71***

71. Ia berkata: "Sungguh sudah pasti kamu akan ditimpa azab dan kemarahan dari Tuhanmu". Apakah kamu sekalian hendak berbantah dengan aku tentang nama-nama (berhala) yang kamu beserta nenek moyangmu menamakannya, padahal Allah sekali-kali tidak menurunkan hujjah untuk itu? Maka tunggulah (azab itu), sesungguhnya aku juga termasuk orang yamg menunggu bersama kamu".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 125: Membaca Istigfar Tujuh Puluh Kali Hingga Seratus Kali Setiap Hari

Abu Hurairah ra. meriwayatkan, bahsananya dia mendengar Nabi SAW bersabda, "Demi Allah, sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dari tujuh puluh kali dalam sehari" (HR. Al-Bukhari)

Tidak hanya tujuh puluh kali, bahkan beliau membaca istigfar hingga seratus kali dalam sehari. Sebagaimana yang disebutkan dalam sebuah hadits yang juga dirawatkan oleh Abu Hurairah, "Sesungguhnya aku memohon ampun kepada Allah dan bertaubat kepada-Nya dalam sehari seratus kali." (HR. Ibnu Majah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:382-384)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, February 12, 2009

***7:70***

70. Mereka berkata: "Apakah kamu datang kepada kami, agar kami hanya menyembah Allah saja dan meninggalkan apa yang biasa disembah oleh bapak-bapak kami? maka datangkanlah azab yang kamu ancamkan kepada kami jika kamu termasuk orang-orang yang benar."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 124: Membaca Istigfar Tiga Kali Dan Berzikir Selepas Shalat

"Dari Tsauban bin Bajdad ra., ia berkata, 'Adalah Rasulullah SAW apabila telah selesai dari shalatnya, beliau beristigfar tiga kali. Lalu beliau membaca, 'Allaahumma antas salaam, wa minkas salaam, tabaarakta yaa dzal jalaali wal ikraam'.'" (HR. Muslim)

Kebiasaan yang dilakukan Nabi selepas shalat, beliau membaca istigfar sebanyak tiga kali, membaca doa diatas dan berzikir.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:379-380)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 11, 2009

***7:69***

69. Apakah kamu (tidak percaya) dan heran bahwa datang kepadamu peringatan dari Tuhanmu yang dibawa oleh seorang laki-laki di antaramu untuk memberi peringatan kepadamu? Dan ingatlah oleh kamu sekalian di waktu Allah menjadikan kamu sebagai pengganti-pengganti (yang berkuasa) sesudah lenyapnya kaum Nuh, dan Tuhan telah melebihkan kekuatan tubuh dan perawakanmu (daripada kaum Nuh itu). Maka ingatlah nikmat-nikmat Allah supaya kamu mendapat keberuntungan.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 123: Senang Berdoa Dengan Doa Yang Ringkas

Sayyidah Aisyah r.ha berkata, Adalah Rasulullah SAW, beliau menyukai doa yang ringkas. Dan beliau meninggalkan yang selain itu." (HR. Abu Daud)

Doa yang ringkas yaitu rangkaian doa yang terdiri dari kalimat dan kata-kata yang sedikit, tetapi mengandung banyak makna menyeluruh.

Diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra., "Doa yang paling banyak dibaca oleh Nabi SAW, yaitu 'Allahumma rabbanaa aatinaa fid dun-yaa hasanah, wa fil aakhirati hasanah, wa qinaa 'adzaabannaar'." (HR. Sahih Bukhari)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:375-376)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, February 9, 2009

***7:68***

68. Aku menyampaikan amanat-amanat Tuhanku kepadamu dan aku hanyalah pemberi nasehat yang terpercaya bagimu".

---suplemen---
Ibnu Umar ra berkata, "Bahwasanya Rasulullah SAW biasa memberikan bergian tersendiri kepada orang yang beliau utus dalam suatu misi, selain bagian umum para tentara." (Muttafaq Alaih)

Memberikan bagian tersendiri atau bonus khusus adalah orang yang memerintahkan, bukan orang yang diperintahkan, atau pihak lain yang menyerahkan harta tersebut. Dan bagian itupun terserah kebijakan pemimpin, berapa jumlahnya. Kecuali jika sudah ada perjanjian sebelumnya.

Artinya orang yang bertugas tidak boleh menerima bagian khusus dari orang lain, terlebih lagi dari pihak yang seharusnya meyerahkan atau membayar. Karena yang seperti itu namanya suap! Dan Nabi melarang keras praktik kolusi semacam ini.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:369-371)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

***7:67***

67. Hud herkata "Hai kaumku, tidak ada padaku kekurangan akal sedikitpun, tetapi aku ini adalah utusan dari Tuhan semesta alam.

---suplemen- --
Kebiasaan Nabi ke 121: Mendoakan Orang Yang Akan Berpergian

Ibnu Umar berkata, "Mendekatlah kepadaku, akan aku doakan engkau, sebagaimana Rasulullah SAW mendoakan kami jika kami akan pergi. Lalu Ibnu Umar berkata, 'Aku titipkan agamamu, amanatmu, dan penutup amal-amalmu kepada Allah'." (HR. Ahmad, Abu Dawud dan At-Tirmidzi)

Hadits lainnya

Nabi pernah datang kepada sahabat yang hendak berpergiaan dan memegang tangannya seraya berkata,

"Dalam lindungan Allah dan naungan-Nya. Semoga Allah membekalimu ketakwaan, mengampuni dosamu, dan mengarahkanmu kepada kebaikan di mana pun engkau berada." (HR. At-Tirmidzi)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:365-368)
Arsip://pengajianka ntor.blogspot. com

Thursday, February 5, 2009

***7:66***

66. Pemuka-pemuka yang kafir dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami benar benar memandang kamu dalam keadaan kurang akal dan sesungguhnya kami menganggap kamu termasuk orang orang yang berdusta."

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 120: Mendoakan Orang Yang Ditinggal Pergi

Abu Hurairah meriwayatkan, "Barangsiapa yang ingin pergi, dia mendoakan orang yang dia tinggalkan, 'Aku menitipkan kalian kepada Allah yang tidak pernah hilang titipan-Nya'." (HR. Ahmad dan Ibnu Majah)

Hadits lainnya

"Apabila salah seorang kalian akan pergi, maka hendaknya dia mendoakan saudara-saudaranya yang akan ditinggalkan. Karena sesungguhnya Allah Ta'ala menjadikan kebaikan dalam doa mereka." (HR. Abu Dawud dari Abu Hurairah)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:362-364)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Wednesday, February 4, 2009

***7:65***

65. Dan (Kami telah mengutus) kepada kaum 'Aad saudara mereka, Hud. Ia berkata: "Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada Tuhan bagimu selain dari-Nya. Maka mengapa kamu tidak bertakwa kepada-Nya?"

---suplement---
Kebiasaan Nabi ke 119: Menhadap Ke Arah Kiblat Terlebih Dahulu Jika Shalat Di Atas Kendaraan

Anas bin Malik ra berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak shalat tathawwu' di atas kendaraannya, beliau menghadap kiblat lalu bertakbir untuk shalat, kemudian beliau tetap berada di atas kendaraannya dan shalat menghadap kemana pun kendaraannya berjalan." (HR. Ahmad & Abu Dawud)

Shalat tathawwu' maksudnya adalah shalat sunnah.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:358-359)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, January 20, 2009

***7:60-61***

60. Pemuka-pemuka dari kaumnya berkata: "Sesungguhnya kami memandang kamu berada dalam kesesatan yang nyata".

61. Nuh menjawab: "Hai kaumku, tak ada padaku kesesatan sedikitpun tetapi aku adalah utusan dari Tuhan semesta alam".

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 116: Mengundi Istri-Istrinya Jika Berpergian

Aisyah rha. berkata, "Apabila Rasulullah SAW hendak berpergian, beliau mengundi istri-istrinya, dan siapa pun yang keluar bagiannya, maka beliau keluar bersamanya, dan yang keluar adalah bagianku. Maka aku pun keluar bersama Rasulullah SAW" (Al-Lu'lu wa Al-Marjan 3//354, hadits no 1763)

Dalam setiap berpergian, beliau hanya mengajak seorang istri. Akan tetapi, pada saat beliau pergi menunaikan ibadah haji, beliau mengajak semua istrinya tanpa kecuali.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:345-349)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, January 15, 2009

***7:59***

59. Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya lalu ia berkata: "Wahai kaumku sembahlah Allah, sekali-kali tak ada Tuhan bagimu selain-Nya." Sesungguhnya (kalau kamu tidak menyembah Al-lah), aku takut kamu akan ditimpa azab hari yang besar (kiamat).

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 115: Mendatangi Masjid Terlebih Dahulu Saat Baru Tiba dan Shalat Dua Rakaat.

Sebelum berangkat berpergian, Rasulullah SAW berdoa kepada Allah agar senantiasa menjaga dirinya dari berbagai hal yang membahayakan selama dalam perjalanan. Dalam doanya Beliau juga menitipkan rumah, harta dan keluarganya kepada Allah, agar Dia selalu menjaga mereka selama beliau tinggal berpergian.

Dari Ka'ab bin Malik ra., bahwasanya apabila Rasulullah SAW telah tiba dari perpergiaan, beliau mulai dari masjid dan shalat dua rakaat di dalamnya." (HR. Bukhari & Muslim)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:341-342)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Tuesday, January 13, 2009

***7:58***

58. Dan tanah yang baik, tanaman-tanamannya tumbuh subur dengan seizin Allah; dan tanah yang tidak subur, tanaman-tanamannya hanya tumbuh merana. Demikianlah Kami mengulangi tanda-tanda kebesaran (Kami) bagi orang-orang yang bersyukur.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 114: Berdoa Ketika Kembali Dari Bepergiaan

Ibnu Umar ra. menceritakakan, "Apabila Rasulullah ra. pulang dari perang, atau haji, atau umrah, beliau bertakbir tiga kali setiap melewati jalanan menanjak di bumi. Kemudian beliau berdoa, 'Laa ilaaha illallahu wahdahuu laa syariikalah. Lahul mulku wa lahul hamdu wa huwa 'alaa kulli syay'in qadiir. Aayibuuna taa 'ibuuna 'aabiduuna saajiduuna lirabbinaa haamiduun. Shadaqallaahu wa'dah, wa nashara 'abdah, wa hazamal ahzaaba wahdah'. (HR. Bukhari & Muslim)

Doa ini dibaca Nabi saat dalam perjalan pulang, bukan ketika sudah sampai di rumah. Beliau membaca doa ini setelah mengadakan perjalanan yang lama dan jauh.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:339-340)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, January 12, 2009

***7:57***

57. Dan Dialah yang meniupkan angin sebagai pembawa berita gembira sebelum kedatangan rahmat-Nya (hujan); hingga apabila angin itu telah membawa awan mendung, Kami halau ke suatu daerah yang tandus, lalu Kami turunkan hujan di daerah itu, maka Kami keluarkan dengan sebab hujan itu pelbagai macam buah-buahan. Seperti itulah Kami membangkitkan orang-orang yang telah mati, mudah-mudahan kamu mengambil pelajaran.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 113: Berdoa Jika Melihat Fajar Dalam Perjalanan

Dari Abu Hurairah ra., "Adalah Rasulullah SAW, apabila sedang dalam perjalanan dan melihat fajar terbit, beliau berkata, 'Mendengarlah yang biasa mendengar akan pujian kepada Allah dan nikmat-Nya, serta cobaan-Nya yang baik kepada kita. Wahai Tuhan kami, temanilah kami dan berilah keutamaan kepada kami. Kami berlindung kepada Allah dari api neraka'. Beliau mengucapnya sampai tiga kali dengan suara keras." (HR. Muslim, Abu Daud dan Ibnu As-Sunni)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:336)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, January 11, 2009

***7:56***

56. Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi, sesudah (Allah) memperbaikinya dan berdo'alah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima) dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 112: Berdoa Jika Tiba Waktu Malam

Ibnu Umar ra berkata, "Apabila Rasulullah SAW berpergian, dan tiba waktu malam, beliau berkata, "Hai bumi, tuhanku dan tuhanmu adalah Allah. Aku berlindung kepada Allah dari kejahatanmu dan dari kejahatan yang ada pada dirimu, juga kejahatan apa yang diciptakan dalam dirimu, serta kejahatan hewan yang melata diatasmu. Dan aku berlindung kepada Allah dari singa hitam, ular, kalajengking, pengguni daerah ini, dan dari bapak serta anaknya'." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:333-334)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Thursday, January 8, 2009

***7:55***

55. Berdo'alah kepada Tuhanmu dengan berendah diri dan suara yang lembut. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang melampaui batas [549].

[549] Maksudnya: melampaui batas tentang yang diminta dan cara meminta.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 111: Bertakbir Saat Jalanan Naik dan Bertasbih Saat Jalanan Menurun

Ibnu Umar ra. berkata, "Adalah Nabi SAW dan pasukannya, apabila naik ke tempat yang tinggi, mereka bertakbir. Dan jika turun mereka bertasbih." (HR. Abu Dawud)

DR. Musthafa Sair berkata, "Disukai membaca takbir ketika naik ke jalanan yang lebih tinggi untuk menampakkan ketinggian yang sesungguhnya pada zat Mahatinggi yang lebih tinggi dari ketinggian semu yang dapat dirasakan. Dan disukai membaca tasbih pada saat turun ke jalan yang lebih rendah untuk mensucikan Allah Ta'ala dari segala kekurangan dan sifat-sifat yang rendah."

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:330-332 )
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Monday, January 5, 2009

***7:54***

54. Sesungguhnya Tuhan kamu ialah Allah yang telah menciptakan langit dan bumi dalam enam masa, lalu Dia bersemayam di atas 'Arsy [548]. Dia menutupkan malam kepada siang yang mengikutinya dengan cepat, dan (diciptakan-Nya pula) matahari, bulan dan bintang-bintang (masing-masing) tunduk kepada perintah-Nya. Ingatlah, menciptakan dan memerintah hanyalah hak Allah. Maha Suci Allah, Tuhan semesta alam.

[548] Bersemayam di atas 'Arsy ialah satu sifat Allah yang wajib kita imani, sesuai dengan kebesaran Allah dsan kesucian-Nya.

---suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 110: Bertakbir Tiga Kali Ketika Telah Berada Di Atas Kendaraan

"Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata, 'Bahwasanya apabila Rasulullah SAW telah tegak duduk diatas ontanya untuk keluar menuju suatu perjalanan, beliau bertakbir tiga kali. Kemudian membaca, 'Mahasuci Dia yang menundukan semua ini bagi kami, sedangkan sebelumnya kami tidak sanggup mengatasinya. Dan sungguh, kepada Tuhan kamilah kami akan kembali'." (HR. Muslim)

Sebagaimana kebiasaan Rasulullah SAW apabila telah duduk sempurna di atas kendaraan, maka hendaklah kita membaca takbir tiga kali. Kita besarkan Allah yang maha besar, kemudian kita baca doa sebagaimana doa yang biasa dibaca Nabi, niscaya Dia akan menjaga kita dari masalah 'besar' dan selamat dalam perjalanan.

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:327-329)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com

Sunday, January 4, 2009

***7:53***

53. Tiadalah mereka menunggu-nunggu kecuali (terlaksananya kebenaran) Al Qur'an itu. Pada hari datangnya kebenaran pemberitaan Al Qur'an itu, berkatalah orang-orang yang melupakannya [547] sebelum itu: "Sesungguhnya telah datang rasul-rasul Tuhan kami membawa yang hak, maka adakah bagi kami pemberi syafa'at yang akan memberi syafa'at bagi kami, atau dapatkah kami dikembalikan (ke dunia) sehingga kami dapat beramal yang lain dari yang pernah kami amalkan?". Sungguh mereka telah merugikan diri mereka sendiri dan telah lenyaplah dari mereka tuhan-tuhan yang mereka ada-adakan.

[547] Maksudnya: orang-orang yang tidak beramal sebagaimana yang digariskan oleh Al Qur'an.

--- Suplemen---
Kebiasaan Nabi ke 109: Berada di Barisan Belakang Saat Berpergiaan

Rasulullah jarang sekali pergi sendiri jika menempuh perjalanan jauh dan lama. Beliau SAW senantiasa pergi bersama para sahabat dan biasanya berada di barisan belakang.

Jabir bin Abdillah ra. berkata " Rasulullah SAW biasa berada dibelakang dalam perjalanan. Beliau membantu yang lemah, memboncengnya dan mendoakannya." (HR. Abu Dawud)

(Diambil dari buku 165 Kebiasaan Nabi, Abdul Zulfidar Akaha:325-326)
Arsip://pengajiankantor.blogspot.com